Showing posts with label Uji Kompetensi KMB. Show all posts
Showing posts with label Uji Kompetensi KMB. Show all posts

23.8.18

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan KMB (Keperawatan Medikal Bedah) 2018 / 2019

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan KMB (Keperawatan Medikal Bedah) Edisi 20


Berikut ini adalah Contoh soal uji kompetensi keperawatan Medikal Bedah (KMB) Beserta Kunci Jawabannya terlengkap

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan KMB (Keperawatan Medikal Bedah)  2018 / 2019, soal ukom kb, contoh ukom kmb, soal ukom kmb ners, soal ukom kmb d3 perawat, soal ukom perawat
I have two personality (introvert and extrovert)

Hai haloo, apa kabar teman-teman, kali ini kita lanjut materi contoh soal yaa, kali ini saya akan memberkan conoth atihan soal UKOM KMB disertai Kunci Jawaban lengkapnya, yook disimak dan dipelajari


1. Seorang laki-laki (26 tahun) baru saja pulang dari RSJ X. Sebelumnya, klien masuk RSJ dengan keluhan mendengar suara -suara yang menyuruh dirinya untuk membunuh ayahnya. Saat ini keadaan klien sudah stabil. Perawat Y datang berkunjung ke rumah klien untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga yang merawat klien di rumah.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan oleh perawat saat pertama kali kunjungan ?

a.Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat klien
b.Melatih keluarga menciptakan suasana keluarga dan lingkungan untuk mengontrol halusinasi
c.Membimbing keluarga untuk merawat klien halusinasi
d.Melatih keluarga cara merawat klien halusinasi
e.Menganjurkan follow up ke fasilitas pelayanan keehatan secara teratur

Jawaban:  A. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat klien



2. Perawat sedang merawat klien remaja yang sakit terminal. Saat merawat klien ini, perawat seharusnya melaksanakan intervensi yang mana?

A. Patuhi keinginan klien setiap saat
B. Dorong klien untuk tergantung pada staf RS
C. Tolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan RS
D. Dorng klien untuk mempertahankan kontrol diri yang maksimal
E. Patuhi semua keinginan keluarga setiap saat

Jawaban : D. Dorng klien untuk mempertahankan kontrol diri yang maksimal
Rasional: Intervensi yang tepat saat merawat remaja yang menderita penyakit terminal meliputi menghindari aliansi baik dengan orang tua atau anak, penataan rumah sakit yang mendorong kemandirian dan konrol diri klien yang maksimal, dan menjawab pertanyaan remaja tersebut dengan jujur. Mematuhi keinginan klien setiap saat tidak terapeutik.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek, perawatan remajayang menderita penyakit terminal. Abaikan pilih B. Ingat bahwa remaja harus di dorong untuk mempertahankan kemandirian dan kontrol dirinya secara maksimal. Sisihkan pilihan C, karena ada kata tolak, pertanyaan remaja harus dijawab dengan jujur. Abaikan juga pilihan E karena konteksnya bukan remaja.
Review: Prinsip perawatan menjelang kematian bagi remaja yang menderita penyakit terminal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Komunikasi
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 559



3. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak lebih dari 2 minggu. Hasil pengkajian pasien mengatakan lemah, lesu, berat bafan menurun, berkeringat pada malam hari, pasien mengatakan pernah batuk darah dan kadang-kadang sesak nafas, TD 110 mmhg, frekuensi nadi  85x / menit, frekuensi nafas 24x/ menit, suhu 37,3°c.
Apakah pemeriksaan laboratorium  yang tepat pada kasus tersebut?

A. LED
B. Sputum
C. Leokosit
D. Mantoux
E. Thorax foto

Jawaban B. Sputum



4. Pengkajian pada keluarga di dapatkan data bayi laki-laki usia 10 bulan  dengan berat  badan 5 kg, susah makan dan dalam kartu KMS penimbangan berat badan  terakhir berada pada garis merah. Keluarga menganggap anaknya biasa-biasa saja.
Apakah masalah keperawatan keluarga yang terjadi lada keluarga di atas?

A. Kurangnya komunikasi keluarga dengan tenaga kesehatan
B. Kurang pengetahuan keluarga tentang perawatan gizi buruk bayi
C. Ketidak mampuan keluarga menyediakan makanan bergizi
D. Ketidak mampuan keluarga memberikan perawatan bayi gizi buruk

Jawaban B. Kurang pengetahuan keluarga tentang perawatan gizi buruk bayi



5. Seorang keluarga klien mengatakan kepada Anda bahwa, dalam budaya mereka orang meninggal tidak boleh ditinggalkan seorang diri sebelum penguburan. Kebijakan rumah sakit menyatakan bahwa setelah jam 6 sore saat kamar jenazah ditutup, tubuh disimpan dialat pendingin kamar jenazah rumah sakit sampai hari berikutnya. Bagaimana cara terbaik untuk mengatasi pada keluarga yang di tinggalkan?

a. menjelaskan kebijakan rumah sakit kepada keluarga secara lembut.
b. bertanya kepada pemilik rumah sakit mengenai kebijakan yang dapat diberikannya.
c. menghubungi dokter klien untuk meminta saran.
d. pindahkan jenazah keruang kosong dan tugaskan seorang asisten untuk menemaninya.
e. menganjurkan kepada klien untuk meningkatkan kemampuan sistem imun

Jawaban b. bertanya kepada pemilik rumah sakit mengenai kebijakan yang dapat diberikannya.



6. Perawat mempersiapkan perawatan klien yang sedang sekarat dan beberapa anggota keluarga berada di samping tempat tidur klien. Yang manakah teknik terapeutik yang seharusnya digunakan saat berkomunikasi dengan keluarga?

A. Menghalagi keluarga untuk mengenang
B. Mengambil keputusan untuk keluarga
C. Mendorong keluarga untuk mengungkapkan, perasaan, keingintahuan dan ketakutannya
D. Menjelaskan semua yang terjadi kepada semua anggota keluarga
E. Tidak menyentuh dan memeluk klien juga anggota keluarga

Jawaban : C. Mendorong keluarga untuk mengungkapkan, perasaan, keingintahuan dan ketakutannya
Rasional: Perawat harus menentukan apakah ada juru bicara keluarga dan berapa banyak yang ingin di ketahui oleh klien dan keluarga. Perawat perlu memberikan kesemapatan kepada keluarga dan klien untuk mendapatkan informasi dan membantu proses pengambilan keputusan jika diminta. Perawat seharusnya mendorong keluarga untuk mengungkapkan perasaan, keingintahuan, ketakutannya, serta menenangkan klien.

Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan teknik komunikasi terapeutik dan ingat tentang hak klien dan keluarga akan menunjukkan anda kep pilihan jawaban yang benar.
Review: Perawatan menjelang kematian
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Komunikasi
Sistem Tubuh: Kesehatan mental



7. Perawat A melakukan pengkajian pada keluarga Tn. B. Dari hasil pengkajian diperoleh bahwa usia anaknya 2 tahun dengan BB 7kg. Tn.B mengatakan jika anaknya baik-baik saja, tidak mengalami masalah terbukti dengan anaknya tidak rewel dan masih aktif bermain dengan anak yang lain. Apakah fungsi perawatan kesehatan yang bermasalah?

a. Mengenal masalah kesehatan  
b. Mengambil keputusan   
c. Merawat anggota keluarga yang sakit
d. Memodifikasi lingkungan
e. Memanfaatkan pelayanan kesehatan

Jawaban a. Mengenal masalah kesehatan 



8. Seorang perawat melakukan kunjungan rumah pada keluarga Tn. C. Kunjungan ini adalah kunjungan kedua kali untuk melakukan pengkajian dan pemeriksaan fisik. Pada saat kunjungan, anggota keluarga Tn.C tidak lengkap, dimana anak pertama Tn.C sedang bekerja dan pulang malam hari. Apakah yang sebaiknya dilakukan oleh perawat tersebut?

A. Tidak perlu mengkaji anak pertama karena sedang bekerja
B. Melakukan kontrak dengan Tn.C untuk bisa mengkaji anaknya
C. Datang lagi keesokan harinya untuk mengkaji anak pertama Tn.C
D. Meminta bantuan keluarga untuk menanyakan hal-hal yang perlu dikaji
E. Cukup memperoleh  informasi dari keluarga mengenai anak pertamanya

Jawaban B. Melakukan kontrak dengan Tn.C untuk bisa mengkaji anaknya

Soal Uji Kompetensi Keperawatan KMB (Keperawatan Medikal Bedah) Edisi 20 Versi Tabel


ini adalah Contoh soal uji kompetensi keperawatan Medikal Bedah (KMB) Beserta Kunci Jawabannya terlengkap Edisi 20 Versi Tabel

No Pertanyaan Soal Pilihan Jawaban Kunci Jawaban
1 Seorang laki-laki (26 tahun) baru saja pulang dari RSJ X. Sebelumnya, klien masuk RSJ dengan keluhan mendengar suara -suara yang menyuruh dirinya untuk membunuh ayahnya. Saat ini keadaan klien sudah stabil. Perawat Y datang berkunjung ke rumah klien untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga yang merawat klien di rumah.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan oleh perawat saat pertama kali kunjungan ?
a.Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat klien

b.Melatih keluarga menciptakan suasana keluarga dan lingkungan untuk mengontrol halusinasi


c.Membimbing keluarga untuk merawat klien halusinasi

d.Melatih keluarga cara merawat klien halusinasi

e.Menganjurkan follow up ke fasilitas pelayanan keehatan secara teratur
Jawaban:  A. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat klien
2 Perawat sedang merawat klien remaja yang sakit terminal. Saat merawat klien ini, perawat seharusnya melaksanakan intervensi yang mana? A. Patuhi keinginan klien setiap saat

B. Dorong klien untuk tergantung pada staf RS

C. Tolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan RS

D. Dorng klien untuk mempertahankan kontrol diri yang maksimal

E. Patuhi semua keinginan keluarga setiap saat
Jawaban : D
Rasional: Intervensi yang tepat saat merawat remaja yang menderita penyakit terminal meliputi menghindari aliansi baik dengan orang tua atau anak, penataan rumah sakit yang mendorong kemandirian dan konrol diri klien yang maksimal, dan menjawab pertanyaan remaja tersebut dengan jujur. Mematuhi keinginan klien setiap saat tidak terapeutik.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek, perawatan remajayang menderita penyakit terminal. Abaikan pilih B. Ingat bahwa remaja harus di dorong untuk mempertahankan kemandirian dan kontrol dirinya secara maksimal. Sisihkan pilihan C, karena ada kata tolak, pertanyaan remaja harus dijawab dengan jujur. Abaikan juga pilihan E karena konteksnya bukan remaja.
Review: Prinsip perawatan menjelang kematian bagi remaja yang menderita penyakit terminal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Komunikasi
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Hockenberry, Wilson (2013), p. 559
3 Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak lebih dari 2 minggu. Hasil pengkajian pasien mengatakan lemah, lesu, berat bafan menurun, berkeringat pada malam hari, pasien mengatakan pernah batuk darah dan kadang-kadang sesak nafas, TD 110 mmhg, frekuensi nadi  85x / menit, frekuensi nafas 24x/ menit, suhu 37,3°c.
Apakah pemeriksaan laboratorium  yang tepat pada kasus tersebut?
A. LED

B. Sputum

C. Leokosit

D. Mantoux

E. Thorax foto
Jawaban B. Sputum
4 Pengkajian pada keluarga di dapatkan data bayi laki-laki usia 10 bulan  dengan berat  badan 5 kg, susah makan dan dalam kartu KMS penimbangan berat badan  terakhir berada pada garis merah. Keluarga menganggap anaknya biasa-biasa saja.
Apakah masalah keperawatan keluarga yang terjadi lada keluarga di atas?
A. Kurangnya komunikasi keluarga dengan tenaga kesehatan

B. Kurang pengetahuan keluarga tentang perawatan gizi buruk bayi

C. Ketidak mampuan keluarga menyediakan makanan bergizi

D. Ketidak mampuan keluarga memberikan perawatan bayi gizi buruk
Jawaban B. Kurang pengetahuan keluarga tentang perawatan gizi buruk bayi
5 Seorang keluarga klien mengatakan kepada Anda bahwa, dalam budaya mereka orang meninggal tidak boleh ditinggalkan seorang diri sebelum penguburan. Kebijakan rumah sakit menyatakan bahwa setelah jam 6 sore saat kamar jenazah ditutup, tubuh disimpan dialat pendingin kamar jenazah rumah sakit sampai hari berikutnya. Bagaimana cara terbaik untuk mengatasi pada keluarga yang di tinggalkan? a. menjelaskan kebijakan rumah sakit kepada keluarga secara lembut.

b. bertanya kepada pemilik rumah sakit mengenai kebijakan yang dapat diberikannya.

c. menghubungi dokter klien untuk meminta saran.

d. pindahkan jenazah keruang kosong dan tugaskan seorang asisten untuk menemaninya.

e. menganjurkan kepada klien untuk meningkatkan kemampuan sistem imun
Jawaban b. bertanya kepada pemilik rumah sakit mengenai kebijakan yang dapat diberikannya.
6 Perawat mempersiapkan perawatan klien yang sedang sekarat dan beberapa anggota keluarga berada di samping tempat tidur klien. Yang manakah teknik terapeutik yang seharusnya digunakan saat berkomunikasi dengan keluarga? A. Menghalagi keluarga untuk mengenang

B. Mengambil keputusan untuk keluarga

C. Mendorong keluarga untuk mengungkapkan, perasaan, keingintahuan dan ketakutannya

D. Menjelaskan semua yang terjadi kepada semua anggota keluarga

E. Tidak menyentuh dan memeluk klien juga anggota keluarga
Jawaban : C
Rasional: Perawat harus menentukan apakah ada juru bicara keluarga dan berapa banyak yang ingin di ketahui oleh klien dan keluarga. Perawat perlu memberikan kesemapatan kepada keluarga dan klien untuk mendapatkan informasi dan membantu proses pengambilan keputusan jika diminta. Perawat seharusnya mendorong keluarga untuk mengungkapkan perasaan, keingintahuan, ketakutannya, serta menenangkan klien.

Strategi Mengerjakan Soal: Gunakan teknik komunikasi terapeutik dan ingat tentang hak klien dan keluarga akan menunjukkan anda kep pilihan jawaban yang benar.
Review: Perawatan menjelang kematian
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Keluarga
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Komunikasi
Sistem Tubuh: Kesehatan mental
7 Perawat A melakukan pengkajian pada keluarga Tn. B. Dari hasil pengkajian diperoleh bahwa usia anaknya 2 tahun dengan BB 7kg. Tn.B mengatakan jika anaknya baik-baik saja, tidak mengalami masalah terbukti dengan anaknya tidak rewel dan masih aktif bermain dengan anak yang lain. Apakah fungsi perawatan kesehatan yang bermasalah? a. Mengenal masalah kesehatan  

b. Mengambil keputusan   

c. Merawat anggota keluarga yang sakit

d. Memodifikasi lingkungan

e. Memanfaatkan pelayanan kesehatan
Jawaban a. Mengenal masalah kesehatan 
8 Seorang perawat melakukan kunjungan rumah pada keluarga Tn. C. Kunjungan ini adalah kunjungan kedua kali untuk melakukan pengkajian dan pemeriksaan fisik. Pada saat kunjungan, anggota keluarga Tn.C tidak lengkap, dimana anak pertama Tn.C sedang bekerja dan pulang malam hari. Apakah yang sebaiknya dilakukan oleh perawat tersebut? A. Tidak perlu mengkaji anak pertama karena sedang bekerja

B. Melakukan kontrak dengan Tn.C untuk bisa mengkaji anaknya

C. Datang lagi keesokan harinya untuk mengkaji anak pertama Tn.C

D. Meminta bantuan keluarga untuk menanyakan hal-hal yang perlu dikaji

E. Cukup memperoleh  informasi dari keluarga mengenai anak pertamanya
Jawaban B. Melakukan kontrak dengan Tn.C untuk bisa mengkaji anaknya

Baca Juga :
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Medikal bedah dan Kunci Jawaban Edisi 19
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Medikal bedah dan Kunci Jawaban Edisi 18
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Medikal bedah dan Kunci Jawaban Edisi 17
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Medikal bedah dan Kunci Jawaban Edisi 16
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Medikal bedah dan Kunci Jawaban Edisi 15
Sumber : Contoh soal-soal uji kompetensi keperawatan medikal bedah ini bersumber dari beberapa refrensi yang saya rangkum kedamal blog ini, adapun sumber tersebut yaitu :
  • https://perawatkitasatu.blogspot.com
  • https://kumpulanukom.blogspot.com
  • KBS UKOM Keperawatan Indonesia 2018
Demikianlah contoh soal uji kompetensi keperawatan ini, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua

10.8.18

Soal UKOM KMB D3 Keperawatan dan Ners Serta Jawaban dan Pembahasan Edisi 19

Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan Medikal Bedah / KMB D3 Keperawatan dan Ners Serta Jawaban dan Pembahasan Edisi 19

Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan Medikal Bedah / KMB D3 Keperawatan dan Ners Serta Jawaban dan Pembahasan Edisi 19, soal ukom perawat, ners perawat, ners kmb, d3 perawat kmb, soal kmb perawat, soal kmb dan pembahasan, soal kmb dan kunci jawaban
when nurse need a nursing care plan bye nurse

Dibawah ini saya berikan contoh kisi kisi soal uji kompetensi keperawatan Medikal Bedah serta Kunci Jawaban dan Pembahasan Lengkap


Halo teman-teman, see you again, how long we no meet. Okay kali ini kita langsung saja belajar contoh soal Uji Kompetensi Medikal Bedah lagi yaa, disertai kunci jawabannya lengkap, selamat belajar.


1. Seorang laki-laki (38 tahun) dirawat di ruang Medikal sejak kemarin. Berdasarkan pengkajian : klien mengeluh badannya terasa lemas, BAB 9x/hari selama 2 hari terakhir dengan konsistensi feses encer, tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi nadi 60x/menit dan suhu 38,5 C. Perawat ruangan melakukan tindakan rehidrasi pada klien dengan cairan NaCl 0,9%/8 jam.
Berdasarkan kasus, apakah kriteria hasil keperawatan yang diharapkan ?

a.Turgor kulit normal
b.Tidak ada tanda-tanda syok hipovolemik
c.Tekanan darah kembali normal
d.Klien kembali berenergi
e.Status hidrasi kembali normal

Jawaban e.Status hidrasi kembali normal



2. Seorang klien dengan BPH (beign prostatic hypertrophy) sedang menjalani operasi TURP (transunethral resection of the prostate) dan mendapatkan irigasi kandung kemih. Sebelum tindakan dilakukan, perawat bedah memberikan penjelasan dan meminta persetujuan klien. Apakah nilai etik utama yang menjadi pedoman perawat dalam tindakan tersebut?

A. Keadilan
B. Kebebasan
C. Mendahulukan kepentingan orang lain
D. Persamaan hak
E. Harga diri manusia

Jawaban : B. Kebebasan
Rasional: TURP merupakan tindakan invasif yang beresiko untuk terjadinya komplikasi. Penjelasan sebelum pembedahan dilakukan untuk memberikan kesempatan klien mengambil keputusan terbaik bagi dirinya. Informed consent adalah persetujuan yang diberikan klien setelah pemberian informasi, merupakan salah satu bentuk penerapan nilai kebebasan. Klien bebas membuat keputusan untuk menerima atau menolak tindakan bagi dirinya.

Strategi Mengerjakan Soal: Pengetahuan mengenai pokok masalah , nilai etis utama yang menjadi pedoman perawat dalam bertindak.



3. Seorang perawat sedang memberikan penjelasan kepada klien untuk persiapan pulang pada klien dengan kanker prostat setelah tindakan prostatectomy. Penjelasan yang diberikan agar klien tidak mengangkat barang dengan bobot lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu. Apakah diagnosa keperawatan yang relevan dengan rencana tersebut?

A. Resiko gangguan cairan
B. Gangguan aktivitas dan istirahat
C. Resiko komplikasi pendarahan
D. Resiko gangguan mobilitas fisik
E. Gangguan eliminasi urine

Jawaban : C. Resiko komplikasi pendarahan
Rasional: Untuk mencegah mengangkat beban yang lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu merupakan penjelasan yang tepat bagi klien pasca prostatektomi untuk mencegah komplikasi pendarahan. Pilihan Resiko komplikasi pendarahan adalah diagnosis yang relevan dengan rencana tersebut.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, diagnosis yang relevan dengan penjelasan pasca prostatektomi.



4. Seorang perempuan berusia 50 tahun di rawat di ruang ICU mendapatkan terapi cairan via infuse pump dengan kecepatan 125 ml/jam/ perawat memeriksa daerah insersi venipuncture di daerah radialis berwarna merah, bengkak, hangat dan nyeri pada area proksimal
Manakah intervensi keperawatan yang harus dilakukan pertama kali?

a.  Memperlambat tetesan infus sampai 10ml/jam
b.  Mengompres dingin daerah insersi
c.  Menghentikan infus
d.  Memasang infus

Jawaban c.  Menghentikan infus
Kata Kunci :Intervensi keperawatan
Analisa    :kemerahan, hangat, nyeri, dan bengkak di area proksimal tusukan merupakan indikasi terjadinya phlebitis yang menyebabkan jalur infus tersebut harus segera distop, dan dipasang kembali di area lainnya
Sumber : Septiari, B., B. 2014.Uji kompetensi ners Indonesia UKNI. Yogyakarta : Nuha Media



5. Klien 35 tahun masuk ugd akibat combustio 25% dengan keluhan sesak napas. Stelah diobservasi pasien dikirim ke icu untuk pemasangan ventilasi mekanik. Hasil pemeriksaan: paCO2 80 mmHg, PaO2 50 mmHg, Ph: 7,10, HCO3 23. Tim menganjurkan pemasan pentilator
Apa yang menjadi indikasi dari tindakan kolaborasi di atas

A. Asidosis metabolik
B. Alkalosis metabolik
C. Asidosis respiratorik
D. Alkalosis respiratorik
E. Asidosis respiratorik terkompenisasi

Jawaban C. Asidosis respiratorik
Pilih C karena yg sering terjadi pd pasien astma bronchiale.
sebelum kita melakukan analisis gas darah, maka kita wajib mengetahui rentang nilai normal dan interpretasi dari tiap komponen:

1. pH

Rentang nilai normal       : 7,35 – 7,45
Asidosis                         : <7,35
Alkalosis                        : >7,45

2. PaO2
Rentang nilai normal       : 80 – 100 mmHg
Hipoksemia ringan          : 70 – 80 mmHg
Hipoksemia sedang         : 60 – 70 mmHg
Hipoksemia  berat           : <60 mmHg

3. SaO2
Rentang nilai normal       : 93% – 98%
Bila nilai SaO2 >80% sudah dapat dipastikan bahwa darah diambil dari arteri, kecuali pada gagal napas.

4. PaCO2
Rentang nilai normal       : 35 – 45 mmHg
Asidosis respiratorik       : >45 mmHg (pH turun)
Alkalosis respiratorik      : <35 mmHg (pH naik)

5. HCO3
Rentang nilai normal       : 22 – 26 mEq/L
Asidosis metabolik          : <22 mEq/L (pH turun)
Alkalosis metabolik         : >26 mEq/L (pH naik)



6. Perawat mengetahui anak berusia 5 tahun tersedak, tetapi saat ini masih sadar dan terjaga. Perawat bergegas untuk melakukan manuver abdominat thrust. Di mana seharusnya perawat menempatkan kedua tangannya?

A. Umbilikus dan paha (Groin)
B. Perut bawah dan dada
C. Umbilikus dan processus Xiphoideus
D. Paha (groin) dan processus Xiphoideus
E. Pusar dan dada

Jawaban : C. Umbilikus dan processus Xiphoideus.
Rasional: Untuk melakukan manuver abdominal thrust, penyelamat berdiri di belakang korban dan merangkul korban dengan tangan di bawah ketiak korban. Kedua kepalan tangan diletakkan di atas umbilikus di bawah procesus xhipoideus korban. Processus xhipoideus dan tulang rusuk dijaga untuk mencegah kerusakan organ internal. Kepalan tangan digenggam dengan tangan yang lain, lalu hentakan dilakukan.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek yaitu area untuk melakukan manuver abdominal thrust Sisihkan pilihan B karena tidak jelas. Pilihan A juga disiskan karena posisi anatominya terlalu ke bawah. Gunakan prinsip yang sama dan bayangkan prosedur untuk memilih di antaratiga pilihan jawaban yang tersisa.
Review: Manuverabdominal thrust
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pernapsan
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 851



7. Perawat sedang mempersiapkan untuk memberi penjelasan pada klien pada klien yg akan menjalani operasi katarak dan pemasangan lensa intraokuler implan. Manakah tindakan perawatan di rumah yg harus Anda masukan dalam rencana?

A. Untuk melakukan aktivitas gerakan yg membungkukan badan.
B. Untuk menghubungi dokter bedah jika terjadi goresan pada mata.
C. Untuk menempatkan penutup mata pada mata yang dioperasi saat tidur.
D. Episode nyeri berat pada mata  diharapkan tetap berlangsung.
E. Untuk memghubungi dokter bedah jika terjadi peningkatan ketajaman penglihatan

Jawaban: C. Untuk menempatkan penutup mata pada mata yang dioperasi saat tidur.
Strategi Mengerjakan Soal:
Setelah operasi mata, perasaan tergores dan tidak nyaman pada mata akan terjadi pada mata yg dioperasi dan biasanya berkurang dengan pemberian analgesik. Jika nyeri pada mata semakin parah, klien harus menghubungi dokter bedah bahwa hal ini mengindikasikan perdarahan, infeksi atau penurunan tekanan intraokuler. Perawat juga meminta klien untuk melaporkan adanya drainase yg kental (nanah) kemerahàn, atau penurunan ketajaman penglihatan. Klien diminta untuk memasang pelindung mata pada mata yg dioperasi saat ia tidur untuk melindungi mata terhadap injury selama ia tidur dan untuk mencegah aktivitas yang meningkatkan tekanan intraokuler (ITO) saat ia membungkuk.

Strategi mengerjakan soal:
Catat subjek pada pertanyaan, operasi ekstraksi katarak. Ingat kembali bahwa mata perlu dilindungi dan bahwa perhatian terhadap adanya peningkatan TIO akan membantu menentukan perencanaan home care(perawatan di rumah).



8. Seorang laki laki usia 60 tahun datang ke igd dengan luka bakar 20% BB 50kg, dalam 8 jam pertama sudah mendapatkan 2000 cc
Berapa tetes infus untuk 16 jam jam selanjutnya?

A. 24 tetes/menit
B. 34 tetes
C. 42 tetes
D. 52 tetes
E.63 tetes

Jawaban C . 42 tetes/menit
Rasional/
Rumus baxter
4x20%x50
80x50
4000cc

8 jam pertama=4000/2=2000cc
16 jam selanjutnya sisa 2000cc

Rumus simple tetesan infus=
2000/500(1 flash)x 7 untuk faktor tetes 20 x 24 (waktu dalam 1 hari/16
4x7x1.5
42 tetes/menit

Kesimpulanya untuk angka 7
7 = faktor tetes 20
5= faktor tetes 15

Kisi Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan Medikal Bedah (KMB) D3 Keperawatan dan Ners dan Kunci Jawaban dan Pembahasan Versi Tabel


Dibawah ini saya berikan contoh kisi kisi soal uji kompetensi keperawatan Medikal Bedah serta Kunci Jawaban dan Pembahasan Lengkap

No Pertanyaan Soal Pilihan Jawaban Kunci Jawaban
1 Seorang laki-laki (38 tahun) dirawat di ruang Medikal sejak kemarin. Berdasarkan pengkajian : klien mengeluh badannya terasa lemas, BAB 9x/hari selama 2 hari terakhir dengan konsistensi feses encer, tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi nadi 60x/menit dan suhu 38,5 C. Perawat ruangan melakukan tindakan rehidrasi pada klien dengan cairan NaCl 0,9%/8 jam.
Berdasarkan kasus, apakah kriteria hasil keperawatan yang diharapkan ?
a.Turgor kulit normal
b.Tidak ada tanda-tanda syok hipovolemik
c.Tekanan darah kembali normal
d.Klien kembali berenergi
e.Status hidrasi kembali normal
Jawaban e.Status hidrasi kembali normal
2 Seorang klien dengan BPH (beign prostatic hypertrophy) sedang menjalani operasi TURP (transunethral resection of the prostate) dan mendapatkan irigasi kandung kemih. Sebelum tindakan dilakukan, perawat bedah memberikan penjelasan dan meminta persetujuan klien. Apakah nilai etik utama yang menjadi pedoman perawat dalam tindakan tersebut? A. Keadilan
B. Kebebasan
C. Mendahulukan kepentingan orang lain
D. Persamaan hak
E. Harga diri manusia
Jawaban : Kebebasan
Rasional: TURP merupakan tindakan invasif yang beresiko untuk terjadinya komplikasi. Penjelasan sebelum pembedahan dilakukan untuk memberikan kesempatan klien mengambil keputusan terbaik bagi dirinya. Informed consent adalah persetujuan yang diberikan klien setelah pemberian informasi, merupakan salah satu bentuk penerapan nilai kebebasan. Klien bebas membuat keputusan untuk menerima atau menolak tindakan bagi dirinya.

Strategi Mengerjakan Soal: Pengetahuan mengenai pokok masalah , nilai etis utama yang menjadi pedoman perawat dalam bertindak.
3 Seorang perawat sedang memberikan penjelasan kepada klien untuk persiapan pulang pada klien dengan kanker prostat setelah tindakan prostatectomy. Penjelasan yang diberikan agar klien tidak mengangkat barang dengan bobot lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu. Apakah diagnosa keperawatan yang relevan dengan rencana tersebut? A. Resiko gangguan cairan
B. Gangguan aktivitas dan istirahat
C. Resiko komplikasi pendarahan
D. Resiko gangguan mobilitas fisik
E. Gangguan eliminasi urine
Jawaban : Resiko komplikasi pendarahan
Rasional: Untuk mencegah mengangkat beban yang lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu merupakan penjelasan yang tepat bagi klien pasca prostatektomi untuk mencegah komplikasi pendarahan. Pilihan Resiko komplikasi pendarahan adalah diagnosis yang relevan dengan rencana tersebut.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, diagnosis yang relevan dengan penjelasan pasca prostatektomi.
4 Seorang perempuan berusia 50 tahun di rawat di ruang ICU mendapatkan terapi cairan via infuse pump dengan kecepatan 125 ml/jam/ perawat memeriksa daerah insersi venipuncture di daerah radialis berwarna merah, bengkak, hangat dan nyeri pada area proksimal
Manakah intervensi keperawatan yang harus dilakukan pertama kali?
a.  Memperlambat tetesan infus sampai 10ml/jam
b.  Mengompres dingin daerah insersi
c.  Menghentikan infus
d.  Memasang infus
Jawaban C
Kata Kunci :Intervensi keperawatan
Analisa    :kemerahan, hangat, nyeri, dan bengkak di area proksimal tusukan merupakan indikasi terjadinya phlebitis yang menyebabkan jalur infus tersebut harus segera distop, dan dipasang kembali di area lainnya
Sumber : Septiari, B., B. 2014.Uji kompetensi ners Indonesia UKNI. Yogyakarta : Nuha Media
5 Klien 35 tahun masuk ugd akibat combustio 25% dengan keluhan sesak napas. Stelah diobservasi pasien dikirim ke icu untuk pemasangan ventilasi mekanik. Hasil pemeriksaan: paCO2 80 mmHg, PaO2 50 mmHg, Ph: 7,10, HCO3 23. Tim menganjurkan pemasan pentilator
Apa yang menjadi indikasi dari tindakan kolaborasi di atas
A. Asidosis metabolik
B. Alkalosis metabolik
C. Asidosis respiratorik
D. Alkalosis respiratorik
E. Asidosis respiratorik terkompenisasi
Pilih C karna yg sering terjadi pd pasien astma bronchiale.
sebelum kita melakukan analisis gas darah, maka kita wajib mengetahui rentang nilai normal dan interpretasi dari tiap komponen:

1.       pH
Rentang nilai normal       : 7,35 – 7,45
Asidosis                         : <7,35
Alkalosis                        : >7,45

2.       PaO2
Rentang nilai normal       : 80 – 100 mmHg
Hipoksemia ringan          : 70 – 80 mmHg
Hipoksemia sedang         : 60 – 70 mmHg
Hipoksemia  berat           : <60 mmHg

3.    SaO2
Rentang nilai normal       : 93% – 98%
Bila nilai SaO2 >80% sudah dapat dipastikan bahwa darah diambil dari arteri, kecuali pada gagal napas.

4.       PaCO2
Rentang nilai normal       : 35 – 45 mmHg
Asidosis respiratorik       : >45 mmHg (pH turun)
Alkalosis respiratorik      : <35 mmHg (pH naik)

5. HCO3
Rentang nilai normal       : 22 – 26 mEq/L
Asidosis metabolik          : <22 mEq/L (pH turun)
Alkalosis metabolik         : >26 mEq/L (pH naik)
6 Perawat mengetahui anak berusia 5 tahun tersedak, tetapi saat ini masih sadar dan terjaga. Perawat bergegas untuk melakukan manuver abdominat thrust. Di mana seharusnya perawat menempatkan kedua tangannya? A. Umbilikus dan paha (Groin)
B. Perut bawah dan dada
C. Umbilikus dan processus Xiphoideus
D. Paha (groin) dan processus Xiphoideus
E. Pusar dan dada
Jawaban : C
Rasional: Untuk melakukan manuver abdominal thrust, penyelamat berdiri di belakang korban dan merangkul korban dengan tangan di bawah ketiak korban. Kedua kepalan tangan diletakkan di atas umbilikus di bawah procesus xhipoideus korban. Processus xhipoideus dan tulang rusuk dijaga untuk mencegah kerusakan organ internal. Kepalan tangan digenggam dengan tangan yang lain, lalu hentakan dilakukan.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek yaitu area untuk melakukan manuver abdominal thrust Sisihkan pilihan B karena tidak jelas. Pilihan A juga disiskan karena posisi anatominya terlalu ke bawah. Gunakan prinsip yang sama dan bayangkan prosedur untuk memilih di antaratiga pilihan jawaban yang tersisa.
Review: Manuverabdominal thrust
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pernapsan
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 851
7 Perawat sedang mempersiapkan untuk memberi penjelasan pada klien pada klien yg akan menjalani operasi katarak dan pemasangan lensa intraokuler implan. Manakah tindakan perawatan di rumah yg harus Anda masukan dalam rencana? A. Untuk melakukan aktivitas gerakan yg membungkukan badan.
B. Untuk menghubungi dokter bedah jika terjadi goresan pada mata.
C. Untuk menempatkan penutup mata pada mata yang dioperasi saat tidur.
D. Episode nyeri berat pada mata  diharapkan tetap berlangsung.
E. Untuk memghubungi dokter bedah jika terjadi peningkatan ketajaman penglihatan
Jawaban: C
Strategi Mengerjakan Soal:
Setelah operasi mata, perasaan tergores dan tidak nyaman pada mata akan terjadi pada mata yg dioperasi dan biasanya berkurang dengan pemberian analgesik. Jika nyeri pada mata semakin parah, klien harus menghubungi dokter bedah bahwa hal ini mengindikasikan perdarahan, infeksi atau penurunan tekanan intraokuler. Perawat juga meminta klien untuk melaporkan adanya drainase yg kental (nanah) kemerahàn, atau penurunan ketajaman penglihatan. Klien diminta untuk memasang pelindung mata pada mata yg dioperasi saat ia tidur untuk melindungi mata terhadap injury selama ia tidur dan untuk mencegah aktivitas yang meningkatkan tekanan intraokuler (ITO) saat ia membungkuk.

Strategi mengerjakan soal:
Catat subjek pada pertanyaan, operasi ekstraksi katarak. Ingat kembali bahwa mata perlu dilindungi dan bahwa perhatian terhadap adanya peningkatan TIO akan membantu menentukan perencanaan home care(perawatan di rumah).
8 Seorang laki laki usia 60 tahun datang ke igd dengan luka bakar 20% BB 50kg, dalam 8 jam pertama sudah mendapatkan 2000 cc
Berapa tetes infus untuk 16 jam jam selanjutnya?
A. 24 tetes/menit
B. 34 tetes
C. 42 tetes
D. 52 tetes
E.63 tetes
Jawaban C . 42 tetes/menit
Rasional/
Rumus baxter
4x20%x50
80x50
4000cc

8 jam pertama=4000/2=2000cc
16 jam selanjutnya sisa 2000cc

Rumus simple tetesan infus=
2000/500(1 flash)x 7 untuk faktor tetes 20 x 24 (waktu dalam 1 hari/16
4x7x1.5
42 tetes/menit

Kesimpulanya untuk angka 7
7 = faktor tetes 20
5= faktor tetes 15

Baca Juga :
Contoh Soal Uji Kompetensi KBM dan Kunci Jawaban Edisi Ke 18
Contoh Soal Uji Kompetensi KBM dan Kunci Jawaban Edisi Ke 17
Contoh Soal Uji Kompetensi KBM dan Kunci Jawaban Edisi Ke 3
Contoh Soal Uji Kompetensi KBM dan Kunci Jawaban Edisi Ke 2
Contoh Soal Uji Kompetensi KBM dan Kunci Jawaban Edisi Ke 1

Sumber : Contoh Soal uji kompetensi keperawatan medikal bedah ini berasal dari beberapa refrensi sumber, berikut ini adalah refrensi sumber yang saya gunakan :

Demikianlah contoh soal uji kompetensi keperawatan ini saya berikan, semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman semua.

Contoh UKOM KMB Perawat dan Kunci Jawaban Edisi 18

Contoh Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan Medikal Bedah (KMB) Perawat dan Kunci Jawaban Edisi 18


Dibawah ini contoh soal uji kompetensi keperawatan lengkap dengan kunci jawaban

Contoh Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan Medikal Bedah (KMB) Perawat dan Kunci Jawaban Edisi 18, soal ukom kmb, soal kmb, perawat kmb, nerse, ners kmb, keperawatan medikal bedah
pekerjaan perawat  (pengkajian, analisis, diagnosa, perencanaan dan implementasi) ke pasien

Hai teman-teman, saatnya saya kembali lagi, kemarin belum sepmat posting dikarenakan kesibukan terhadap sesuatu, kali ini kita lanjut lagi yaa, tetap semnagat belajarnya.

1. Seorang pria berusia 63 tahun dirawat di unit rawat inap penyakit dalam dengan diagnosa medis chronic kidney disease (CKD) grade IV. Dari hasil pemeriksaan di peroleh data pernapasan cepat dan dalam (kussmaul) edema pada ekstermitas bawah dan ansites. Berikut ini manakah gambaran Analisa Gas Darah (AGD) yang paling tepat.....?

A. Ph = 7,50; PaO2 = 84 mmHg; Pac02 = 26 mmHg; HCO3 = 22 mEq/L 
B. Ph = 7,37; PaO2 = 66 mmHg; Pac02 = 25 mmHg; HCO3 = 25 mEq/L
C. Ph = 7,40; PaO2 = 68 mmHg; Pac02 = 18 mmHg; HCO3 = 19 mEq/L 
D. Ph = 7,38; PaO2 = 88 mmHg; Pac02 = 38 mmHg; HCO3 = 10 mEq/L 
E. Ph = 7,30; PaO2 = 86 mmHg; Pac02 = 28 mmHg; HCO3 = 20 mEq/L

Jawaban E. Ph = 7,30; PaO2 = 86 mmHg; Pac02 = 28 mmHg; HCO3 = 20 mEq/L
asidosis metabolik terkompensasi sebagian..ditandai dengan dx pasien CKD. pernafasan kusmaul..odema ekstermitas dan asites



2. Seorang perawat memberikan perawatn pada klien dengan radiasi implan. Prinsip makah yang diperhatikan oleh perawat?

A. Perempuan yang sedang hamil tidak diizinkan memasuki ruang klien
B. Membatasi waktu interaksi dengan klien sampai dengan 1 jam setiap shift 8 jam
C. Melepas label dosimeter ketika memasuki ruangan klien
D. Individu berusia kurang dari 16 tahun diperbolehkan masuk ke ruangan selama menjaga jarak sejauh 2 meter dari klien
E. Orang lanjut usia tidak diizinkan masuk

Jawaban : A. Perempuan yang sedang hamil tidak diizinkan memasuki ruang klien
Rasional: Batasan interaksi perawat dengan klien dengan radiasi implan adalah 30 menit setiap shift 8 jam. Label dosimeter harus selalu dikenakan saat di dalam ruangan klien. Anak-anak kurang dari 16 tahun dan wanita hamil tidak diperbolehkan memasuki ruangan. Petunjuk ini bermaksud untuk melindungi individu dari paparan radiasi.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek perawatan klien dengan implan radiasi internal. Pilihan Cdapat dikesampingkan karena penggunaan dosimeter adalah untuk mengukur paparan radiasi. Pemahaman terhadap durasi paparan radiasi akan mengarahkan untuk mengesampingkan pilihan B. Terhadap sisa pilihan pilihlah Akarena tindakan tersebut berkaitan dengan akibat  paparan radiasi terhadap ibu dan janin.
Review: Radiasi dan implan radiasi internal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 161



3. Perawat sedang melihat monotor jantung saat tiba-tiba irama jantung klien berubah. Tidak adagelombang P; sebagai gantinya muncul gelombang fibrilasi sebelum QRS compleks. Bagaimana seharusnya interpretasi perawat yang tepat tentang irama jantung klien?

A. Fibrilasi atrial
B. Sinus takikardi
C. Sinus bradikardi
D. Fibrilasi ventrikuler
E. Takikardi ventrikuler

Jawaban : A. Fibrilasi atrial.
Rasional: Fibrilasi atrial ditunjukan dengan hilangnya gelombang P dan munculnya gelombang fibrilasi sebelum setiap QRS compleks. Atrium bergetar yang dapat menimbulkan trombus

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda interpretasi perawat yang tepat tentang irama jantung klien.” Catat data dalam pertanyaan. Catat kata tida ada gelombang P akan menunjukan jawaban yang tepat. Hilangnya gelombang P merupakan karateristik dari ditritmia
Review: Fibrilasi atrial
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Jantung, pembuluh darah dan sistem limfatik
Daftar pustaka: Ignatavicius, Worman (2013), 722, 727-728



4. Klien 35 tahun masuk ugd akibat combustio 25% dengan keluhan sesak napas. Stelah diobservasi pasien dikirim ke icu untuk pemasangan ventilasi mekanik. Hasil pemeriksaan: paCO2 80 mmHg, PaO2 50 mmHg, Ph: 7,10, HCO3 23. Tim menganjurkan pemasan pentilator
Apa yang menjadi indikasi dari tindakan kolaborasi di atas

A. Asidosis metabolik
B. Alkalosis metabolik
C. Asidosis respiratorik
D. Alkalosis respiratorik
E. Asidosis respiratorik terkompenisasi

Jawaban C. Asidosis respiratorik



5. Seorang perempuan berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalamdengan keluhan badan cepat lelah. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengatakan sering buang air kecil pada malam hari, badan terasa lemah, mukosa bibir kering,kulit kering dan kadang terasa gatal. Gula darah puasa 167 mg/dl dan gula darah 2 jam setelah makan 217 mg/dl. Pandangan pasien saat ini kurang jelas. Pasien memiliki riwayat DM sejak 8 tahun yang lalu.
Pertanyaan soal
Apakah Komplikasi yang saat ini dialami oleh pasien?

Pilihan jawaban
A.Neuropati perifer
B.Hipoglikemia
c.Ketoasidosis
d.Retinopati
E.Nefropati

Jawaban D. Retinopati.
Karena sifat DM yang sudah terlalu lama bisa menyebabkan retinopati. Bisa karena suplai yangbtidak adekuat ataupun yg lainnya



6. Seorang laki laki usia 60 tahun datang ke igd dengan luka bakar 20% BB 50kg, dalam 8 jam pertama sudah mendapatkan 2000 cc
Berapa tetes infus untuk 16 jam jam selanjutnya?

A. 24 tetes/menit
B. 34 tetes
C. 42 tetes
D. 52 tetes
E.63 tetes

Jawaban C. 42 tetes
(2000/500)x7x(24/8)
4x7x3 =84
Terus 16 jam 84/2=42 tpm



7. Seorang klien (42 tahun) baru pulang dari rawatan RS dengan post laparatomi. Klien memutuskan untuk perawatan luka operasinya dilanjutkan di rumah dengan bantuan perawat homecare. Berdasarkan pengkajian perawat : perban luka operasi klien tampak basah dan sedikit berbau.
Sebagai seorang perawat homecare, apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pertama kali ?

a.Menganjurkan klien untuk mengkonsumsi makanan tinggi protein
b.Melakukan tindakan perawatan luka sesuai jenis luka
c.Mengganti perban yang basah dengan perban yang kering
d.Memberikan informasi kepada keluarga klien terkait cara perawatan luka yang benar
e.Memonitor perkembangan luka dan merujuk klien ke fasilitas kesehatan terdekat

Jawaban b.Melakukan tindakan perawatan luka sesuai jenis luka



8. Seorang perempuan (38 tahun) dirawat di bangsal penyakit tropis dengan DBD sejak 2 hari yang lalu. Berdasarkan pengkajian : klien tampak menggigil, pusing dan mengeluh mual. Tekanan darah 100/70 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 21x/menit dan suhu tubuh 39 C, kulit tampak kemerahan dan CRT < 3 detik.
Berdasarkan kasus diatas, apakah masalah keperawatan yang tepat ?
a.Risiko Syok
b.Kekurangan Volume Cairan
c.Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
d.Risiko Perdarahan
e.Hipertermia

Jawaban a.Risiko Syok


Dibawah ini contoh soal uji kompetensi (UKOM) keperawatan lengkap dengan kunci jawaban lengkap

No Pertanyaan Soal Pilihan Jawaban Kunci Jawaban
1 Seorang pria berusia 63 tahun dirawat di unit rawat inap penyakit dalam dengan diagnosa medis chronic kidney disease (CKD) grade IV. Dari hasil pemeriksaan di peroleh data pernapasan cepat dan dalam (kussmaul) edema pada ekstermitas bawah dan ansites. Berikut ini manakah gambaran Analisa Gas Darah (AGD) yang paling tepat.....? A. Ph = 7,50; PaO2 = 84 mmHg; Pac02 = 26 mmHg; HCO3 = 22 mEq/L 
B. Ph = 7,37; PaO2 = 66 mmHg; Pac02 = 25 mmHg; HCO3 = 25 mEq/L
C. Ph = 7,40; PaO2 = 68 mmHg; Pac02 = 18 mmHg; HCO3 = 19 mEq/L 
D. Ph = 7,38; PaO2 = 88 mmHg; Pac02 = 38 mmHg; HCO3 = 10 mEq/L 
E. Ph = 7,30; PaO2 = 86 mmHg; Pac02 = 28 mmHg; HCO3 = 20 mEq/L
Jawaban E...asidosis metabolik terkompensasi sebagian..ditandai dengan dx pasien CKD. pernafasan kusmaul..odema ekstermitas dan asites
2 Seorang perawat memberikan perawatn pada klien dengan radiasi implan. Prinsip makah yang diperhatikan oleh perawat? A. Perempuan yang sedang hamil tidak diizinkan memasuki ruang klien
B. Membatasi waktu interaksi dengan klien sampai dengan 1 jam setiap shift 8 jam
C. Melepas label dosimeter ketika memasuki ruangan klien
D. Individu berusia kurang dari 16 tahun diperbolehkan masuk ke ruangan selama menjaga jarak sejauh 2 meter dari klien
E. Orang lanjut usia tidak diizinkan masuk
Jawaban : A
Rasional: Batasan interaksi perawat dengan klien dengan radiasi implan adalah 30 menit setiap shift 8 jam. Label dosimeter harus selalu dikenakan saat di dalam ruangan klien. Anak-anak kurang dari 16 tahun dan wanita hamil tidak diperbolehkan memasuki ruangan. Petunjuk ini bermaksud untuk melindungi individu dari paparan radiasi.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada subjek perawatan klien dengan implan radiasi internal. Pilihan Cdapat dikesampingkan karena penggunaan dosimeter adalah untuk mengukur paparan radiasi. Pemahaman terhadap durasi paparan radiasi akan mengarahkan untuk mengesampingkan pilihan B. Terhadap sisa pilihan pilihlah Akarena tindakan tersebut berkaitan dengan akibat  paparan radiasi terhadap ibu dan janin.
Review: Radiasi dan implan radiasi internal
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Darah dan sistem kekebalan imun
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 161
3 Perawat sedang melihat monotor jantung saat tiba-tiba irama jantung klien berubah. Tidak adagelombang P; sebagai gantinya muncul gelombang fibrilasi sebelum QRS compleks. Bagaimana seharusnya interpretasi perawat yang tepat tentang irama jantung klien? A. Fibrilasi atrial
B. Sinus takikardi
C. Sinus bradikardi
D. Fibrilasi ventrikuler
E. Takikardi ventrikuler
Jawaban : A
Rasional: Fibrilasi atrial ditunjukan dengan hilangnya gelombang P dan munculnya gelombang fibrilasi sebelum setiap QRS compleks. Atrium bergetar yang dapat menimbulkan trombus

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda interpretasi perawat yang tepat tentang irama jantung klien.” Catat data dalam pertanyaan. Catat kata tida ada gelombang P akan menunjukan jawaban yang tepat. Hilangnya gelombang P merupakan karateristik dari ditritmia
Review: Fibrilasi atrial
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Jantung, pembuluh darah dan sistem limfatik
Daftar pustaka: Ignatavicius, Worman (2013), 722, 727-728
4 Klien 35 tahun masuk ugd akibat combustio 25% dengan keluhan sesak napas. Stelah diobservasi pasien dikirim ke icu untuk pemasangan ventilasi mekanik. Hasil pemeriksaan: paCO2 80 mmHg, PaO2 50 mmHg, Ph: 7,10, HCO3 23. Tim menganjurkan pemasan pentilator
Apa yang menjadi indikasi dari tindakan kolaborasi di atas
A. Asidosis metabolik
B. Alkalosis metabolik
C. Asidosis respiratorik
D. Alkalosis respiratorik
E. Asidosis respiratorik terkompenisasi
Jawaban C. Asidosis respiratorik
5 Seorang perempuan berusia 40 tahun dirawat di ruang penyakit dalamdengan keluhan badan cepat lelah. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengatakan sering buang air kecil pada malam hari, badan terasa lemah, mukosa bibir kering,kulit kering dan kadang terasa gatal. Gula darah puasa 167 mg/dl dan gula darah 2 jam setelah makan 217 mg/dl. Pandangan pasien saat ini kurang jelas. Pasien memiliki riwayat DM sejak 8 tahun yang lalu.
Pertanyaan soal
Apakah Komplikasi yang saat ini dialami oleh pasien?
Pilihan jawaban
A.Neuropati perifer
B.Hipoglikemia
c.Ketoasidosis
d.Retinopati
E.Nefropati
Jawaban D. Retinopati.
Karena sifat DM yang sudah terlalu lama bisa menyebabkan retinopati. Bisa karena suplai yangbtidak adekuat ataupun yg lainnya
6 Seorang laki laki usia 60 tahun datang ke igd dengan luka bakar 20% BB 50kg, dalam 8 jam pertama sudah mendapatkan 2000 cc
Berapa tetes infus untuk 16 jam jam selanjutnya?
A. 24 tetes/menit
B. 34 tetes
C. 42 tetes
D. 52 tetes
E.63 tetes
Jawaban C. 42 tetes
(2000/500)x7x(24/8)
4x7x3 =84
Terus 16 jam 84/2=42 tpm
7 Seorang klien (42 tahun) baru pulang dari rawatan RS dengan post laparatomi. Klien memutuskan untuk perawatan luka operasinya dilanjutkan di rumah dengan bantuan perawat homecare. Berdasarkan pengkajian perawat : perban luka operasi klien tampak basah dan sedikit berbau.
Sebagai seorang perawat homecare, apakah tindakan keperawatan yang tepat dilakukan pertama kali ?
a.Menganjurkan klien untuk mengkonsumsi makanan tinggi protein
b.Melakukan tindakan perawatan luka sesuai jenis luka
c.Mengganti perban yang basah dengan perban yang kering
d.Memberikan informasi kepada keluarga klien terkait cara perawatan luka yang benar
e.Memonitor perkembangan luka dan merujuk klien ke fasilitas kesehatan terdekat
Jawaban b.Melakukan tindakan perawatan luka sesuai jenis luka

8 Seorang perempuan (38 tahun) dirawat di bangsal penyakit tropis dengan DBD sejak 2 hari yang lalu. Berdasarkan pengkajian : klien tampak menggigil, pusing dan mengeluh mual. Tekanan darah 100/70 mmHg, frekuensi nadi 100x/menit, frekuensi napas 21x/menit dan suhu tubuh 39 C, kulit tampak kemerahan dan CRT < 3 detik.
Berdasarkan kasus diatas, apakah masalah keperawatan yang tepat ?
a.Risiko Syok
b.Kekurangan Volume Cairan
c.Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
d.Risiko Perdarahan
e.Hipertermia
Jawaban a.Risiko Syok

Baca Juga :
Contoh Soal Uji Kompetensi KMB dan Kunci Jawaban Edisi 17
Contoh Soal Uji Kompetensi KMB dan Kunci Jawaban Edisi 16
Contoh Soal Uji Kompetensi KMB dan Kunci Jawaban Edisi 15
Contoh Soal Uji Kompetensi KMB dan Kunci Jawaban Edisi 14
Contoh Soal Uji Kompetensi KMB dan Kunci Jawaban Edisi 13
Sumber : contoh soal-soal uji kompetensi keperawatan ini berasal dari beberapa sumber yang saya rangkum kedalam blog ini, adapun sumber yang saya maskud yaitu :
  • https:kumpulanukom.blogspot.com
  • https://perawatkitasatu.blogspot.com
  • KBS UKOM Keperawatan Indonesia 2018

Demikanlah contoh soal uji kopetensi keperawatan medikal bedah (KMB) dan kunci jawabannya, semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.

8.8.18

Contoh Soal UKOM KMB dan Jawabannya Edisi 17

Contoh Soal Uji Kompetensi / UKOM  Keperawatan Medikal Bedah / KMB dan Jawabannya Edisi 17


Berikut ini saya sajikan contoh soal uji kompetensi (UKOM) Keperawatan Medikal Bedah Serta Kunci Jawabannya.

Contoh Soal Uji Kompetensi / UKOM  Keperawatan Medikal Bedah / KMB dan Jawabannya Edisi 17, soal ukom kmb, kumpulan kmb, contoh ukom kmb, keperawatan medikal bedah, kmb, soal perawat
i/m nurse

Hai teman-teman pejuang UKOM, kali ini saya berbagi contoh soal uji ompetensi keperawatan medikal bedah lagi yaa, yuk langsung saja kita pelajari contoh soalnya.


1. Isosorbid mononitrat (Imdur) diresepkan untuk klien angina pektoris. Klien mengatakan pada perawat bahwa obatnya menyebabkan sakitkepala kronis. Manakah dar hal dibawah ini yang dapat disarankan pada klien?

A. Kurangi dosis menjadi separuhnya
B. Hentikan pengobatan
C. Minum obatbersama makanan
D. Hubungi tim medis
E. Minum obat sebelum makan

Jawaban : C. Minum obatbersama makanan
Rasional: Isosorbide mononitrat merupakan obat antiangina. Sering sakit kepala merupakan efek samping obat dan biasanya akan hilang selama terapi pengobatan yang teratur. Jika sakit kepala terjadi selama pengobatan klienharus diintruksikan untuk minum obat bersama makanan atau kue. Tidak perlu menghubungi tim medis kecuali sakit kepala menetap selama pengobatan. Tidak seharusnya mengintruksikan klien untuk berhenti minum obat atau menyesuaikan dosis.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, isosorbide mononitrat. Abaikan pilihan A dan B lebih dulu karena bukan lingkup praktik keperawatan untuk klien menghentikan atau mengurangi dosis obat. Dari pilihan yang lain, ingat kembali bahwa sakit kepala dapat hilang dengan pemberian makan selam pengobatan akan membantu mengarahkan anda pada pilihan C.
Review: Isosorbide mononitrat
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Jantung, pembuluh darah, dan sistem limfatik
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 648



2. Tim perawat pencegahan dan penegndalian infeksi  salah satu RS melakukan skrinning MRSA di sebuah bangsal penyakit dalam, karena ditemukan salah satu klien denagnImmunokompromis terdiagnosa MRSA. Dari hasil skrinning didapatkan 3 perawat positif dan beberapa peralatan mengandung kolonisasi MRSA. Apakah tindakan yang tepat yang harus dilakukan tim PPI tersebut?

A. Mensosialisasikan kembali universal precaution di semua instansi
B. Menganjurkan perawat untuk mandi 3 kali sehari
C. Menganjurkan perawat untuk istrahat di rumah selama sebulan
D. Menutup sementara bangsal penyakit dalam tersebut
E. Melakukan skrinning di seluruh bangsal RS

Jawaban : A. Mensosialisasikan kembali universal precaution di semua instansi
Rasional: Ditemukan terdapat kolonisasi MRSA menunjukkan bahwa individu tersebut berpotensi terjadinya transmisis MRSA ke orang dan benda mati lainnya. Oleh karena itu barang yanf terkontaminasi harus dibersihkan dan individu harus ditangani. Selain itu, hal ini merupakan pihak RS harus kembali mensosialisakan tentang perlindungan seperti mencuci tangan dengan benar dan menggunkan alat pelindung diri ketika berinteraksi dengan klien., karena kita tidak mengetahui klien mana yang berpotensi menularkan MRSA. Perawat dengan kontaminasi MRSA harus mandi dengan klorin 2 kali sehari selam 2 minggu berturut-turut dan mendapat pengobatan dari dokter.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada tindakan untuk pencegahan penyebaran MRSA. Penutupan bangsal dan meliburkan perawat tanpa adanya dekontaminasi tidak akan menghilangkan kolnisasi MRSA. Melakukan skrinning MRSA di seluruh RS akan memberatkan biaya management RS.
Review: Penatalaksanaan keperawatn pada klien dengan MRSA
Kompetensi: Asuhan dan manjemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implemtasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Ignatavicius, Workman (2013), p. 417-418



3. Seorang perawat sedang memberikan penjelasan kepada klien untuk persiapan pulang pada klien dengan kanker prostat setelah tindakan prostatectomy. Penjelasan yang diberikan agar klien tidak mengangkat barang dengan bobot lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu. Apakah diagnosa keperawatan yang relevan dengan rencana tersebut?

A. Resiko gangguan cairan
B. Gangguan aktivitas dan istirahat
C. Resiko komplikasi pendarahan
D. Resiko gangguan mobilitas fisik
E. Gangguan eliminasi urine

Jawaban :C. Resiko komplikasi pendarahan
Rasional: Untuk mencegah mengangkat beban yang lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu merupakan penjelasan yang tepat bagi klien pasca prostatektomi untuk mencegah komplikasi pendarahan. Pilihan C adalah diagnosis yang relevan dengan rencana tersebut. Pilihan A, B, D, dan E disingkirkan karena tidak ada data dan rencana yang relevan dengan diagnosis tersebut.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, diagnosis yang relevan dengan penjelasan pasca prostatektomi.



4. Klien dalam tahap penyembuhan dari cedera kepala baru sadar dan berespon erhadap tindakan keperawatan. Perawat menilai bahwa klien dapat memahami tanda dan gejala mencegah peningkatan TIK jika dalam observasi klien dapat melakukan aktivitas mana?

A. Napas dalam dengan hidung
B. Latihan isometrik
C. Batuk dengan kuat
D. Bernapas selama peribahan posisi
E. Latihan berjalan

Jawaban : D. Bernapas selama peribahan posisi
Rasional: Kegiatan-kegiatan dpat meningkatkan tekanan intraabdomen dan intatoraks secara tidak langsung akan meningkatkan TIK. Beberapa aktivitas di antaranya adalah latihan, isometrik, mengejan, batuk, bersin, dan membuang napas dari hidung. Menghenbuskan napas saat merubah posisi akan membuka glotis yang akan mencegah peningkatan tekanan intratoraks.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, aktivitas yang akan meningkatkan tekanan intrakranial. Pikirkan kembali tiap pilihan jawaban dalam kaitannya dengan tekanan pada tubuh yang akan membantu anda mengabaikan tiap jawaban salah.
Review: Peningkatan TIK
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan:Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 508-509



5. Seorang klien dibawa ke unit gawat darurat oleh tim ambulan setelah mengalami pingsan dirumahnya. Resusitasi jantung paru telah dilakukan namun tidak berhasil. Istri klien mengatakan kepada perawat bahwa klien adalah seorang pendonor organ tubuh dan mata korban sudah didonasikan. Manakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya?

A.Letakkan verban kering yang steril pada kedua mata almarhum
B.Hubungi Yayasan Donor Nasional untuk memastikan bahwa klien adalah pendonor.
C.Tutup kedua mata klien., tinggikan kepala tempat tidur, dan letakkan kantung es kecil
D.Minta istri klien untuk mendapatkan dokumen legal mengenai donasi organ dari pengacara
E.Lakukan persiapan pembedahan untuk penagmbilan kornea mata

Jawaban : C.Tutup kedua mata klien., tinggikan kepala tempat tidur, dan letakkan kantung es kecil
Rasional: saat seorang pendonor kornea meninggal dunia, tetes mata antibiotik dapat diresepkan dan diteteskan. Kedua mata ditutup dan letakkan kantung es kecil pada kedua mata tersebut. Kepala tempat tidur dinaikkan sampai 30 derajat untuk mencegah udem. Dalam 2 sampai 4 jam, bola mata dikeluarkan. Kornea bisa ditransplasi dalam 24 sampai 48 jam. Pilihan jawaban A salah karena verban tidak dipasang. Bebrpa protokol donor organ menggunakan balutan yang dibasahi cairan fisiologis. Pilihan jawaban B bukan tindakan yang harus segera dilakukan. Dan seharusnya klien juga menandatangani kartu donor., atau menvcamtumkan keinginannya semasa masih hidup dalam SIM (surat izin mengemudi) milik pendonor. Dokumen legal tambahan harus dilengkapi. Prosedur-prosedur resmi mengenai perawatan donor.



6. Seorang perawat sedang merawat klien stroke dengan hemiparese dextra yang masuk fase rehabilitasi. Saat ini perwat sedang mengajarkan klien agar dapat makan dengan tangan kirinya dan berjalan dengan menggunkan tripot. Apakah teori utama yang mendasari tindakan perawat dalam asuhan keperawatan tersebut?

A. Caring
B. Adaptasi,
C. Self care
D. Kebutuhan
E. Perwatan holistik

Jawaban : C. Self care
Rasional: Membntu klien yang mengalami kelumpuhan antara lain makan dengan menggunakan tangan yang sehat dan membantu klien berjalan dengan menggunakan tripot adalah upaya yang dilakukan perawat agar klien dapat mandiri dengan keterbatasan yang ada pada dirinya. Perawat berupaya memandirikan klien sehingga dia dapat melaksanakan aktivitas tanpa bantuan setelah pulang dari rumah sakit.

Strategi Mengerjakan Soal: Catat kata-kata penting, ‘utama’. Jawaban A, B, D, dan E adalah benar, tetapi data terkait aktivitas yang dilakukan perawat kurang mendukung unuk mengarah ke suatu teori tertentu. Pilihan jawaban yang paling tepat adalah C karena fokus asuhan keperawatan adalah memandirikan klien sesuai teori self care dari Orem.



7. Seorang perawat membantu rencana pengmbangan perawat klien dengan hiperparatiroid untuk mendapatkan terapi Calcitonin-human (Cibacalcin). Hasil manakah yang paling diharapkan terjadi sebagai manfaat terapi ini?

A. Bebas nyeri
B. Klien terbebas dari efek samping
C. Klien mencapai kadar serum kalsium dalam bats normal
D. Klien menyampaikan pemahaman yang baik tentang terapi
E. Penurunan kadar potasium

Jawaban : C. Klien mencapai kadar serum kalsium dalam bats normal
Rasional: Hiperkalsemia dapat terjadi pada pada klien dengan hiperparatiroid, dan kalsitonin digunakan untuk menurunkan kadar kalsium dalam plasma. Tujuan utama terapi ini adalah untuk menurunkan kadar serum kalsium. Pilihan A tidak berhubungan terapi ini. Meskipun pilihan B dan D adalah juga tujuan terapi ini, namun bukan lah prioritas dari penatalaksanaan terapi.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kuci “paling diharapkan.” Fokus pada subjek klien dengan hiperparatiroid yang mendapatkan terapi Calcitonin-human (Cibacalcin). Juga perhatikan antara nama obat dengan kalsium dalam pilihan jawaban benar.
Review: Calcitonin-human (Cibacacin)
Kompetensi: Pengembangan profesional
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 825; Hodgson,



8. Seorang klien yang dirawat dengan diabetes mellitus tipe I mendapat NPH dan regular insulin 2 jam yang lalu pada pukul 7.30. klien memanggil perawat dan melaporkan bahwa ia merasa lapar, gemetar dan lemas. Klien makan pagi pada pukul 08.00 dan akan makan siang. Perawat harus membuat daftar urutan prioritas tindakan. Susunlah urutan tindakan yang harus dilakukan. Semua pilihan harus dimasukkan.
i. Periksa tanda- tanda vital klien
ii. Tes ulang kadar glukosa darah klien
iii. Periksa kadar glukosa darah klien
iv. Berikan klien setengah cangkir jus buah untuk diminum
v. Berikan klien camilan kecil yang mengandung karbohidrat dan protein
vi. Dokumentasikan keluhan klien, tindakan yang diambil dan hasilnya

Pilihan jawaban:
A. iii, iv, i, ii, v, vi
B. ii, i, iv, iii, v, vi
C. v, ii, i, iv, iii, vi
D. v, iv, iii, ii, i, vi
E. iv, iii, ii, i, v, vi

Jawaban : A. iii, iv, i, ii, v, vi
Rasional: Klien mengalami gejala hipoglikemi ringan. Jika terdapat gejala lapar, iritabel, gemetar atau lemas, perawat pertama kali harus mengecek kadar gula darah untuk memastikan bahwa klien mengalami hipoglikemia. Setelah dipastikan, perawat akan memberikan 10-15 gr karbohidrat dan kemudian mengecek kembali kadar gula darah dalam waktu 15 menit. Sementara itu, perawat akan mengukur tanda-tanda vital. Perawat akan memberikan makanan lain yang mengandung 10-15 gr karbohidrat jika gejala klien belum hilang. Atau sebaliknya perawat akan memberikan makanan ringan mengandung karbohidrat dan protein jika jadwal makan selanjutnya lebih dari 1 jam dari waktu kejadian. Setelah dilakukan tindakan dan perbaikan, status hipoglikemi, perawat akan mendokumentasikan kejadian, tindakan dan hasil.

Strategi Mengerjakan Soal: Catat kata penting, ‘prioritas’. Fokus pada pokok masalah, hipoglikemia. Catat bahwa klien yang dirawat dirumah sakit akan membantu anda menentukan bahwa tindakan anda pertama adalh mengecek kadar gula darah. Setelah hal itu selesai dilakukan, yang diperlukan selanjutnya adalah mengatasi hipoglikemia. Ingat kembali bahwa tujuan tidak dapat ditentukan sampai perawatan yang dilakukan akan membantu anda menseleksi dokumentasi tindakan sebagai tindakan terakhir. Berdasarkan 3 pilihan terakhir lainnya, pilih tindakan mengukur tanda-tanda vital sebagai tindakan ketiga. Perwat tidak akan memberikan klien makanan mengandung karbohidrat dan protein dengan segera setelah memberikan klien 10-15 gr kandungan karbohidrat atau sebelum mengecek ulang kadar gula darah


Berikut ini saya berikan soal UKOM Keperawatan Medikal Bedah dan Kunci Jawaban.

No Pertanyaan Soal Pilihan Jawaban Kunci Jawaban
1 Isosorbid mononitrat (Imdur) diresepkan untuk klien angina pektoris. Klien mengatakan pada perawat bahwa obatnya menyebabkan sakitkepala kronis. Manakah dar hal dibawah ini yang dapat disarankan pada klien? A. Kurangi dosis menjadi separuhnya
B. Hentikan pengobatan
C. Minum obatbersama makanan
D. Hubungi tim medis
E. Minum obat sebelum makan
Jawaban : C
Rasional: Isosorbide mononitrat merupakan obat antiangina. Sering sakit kepala merupakan efek samping obat dan biasanya akan hilang selama terapi pengobatan yang teratur. Jika sakit kepala terjadi selama pengobatan klienharus diintruksikan untuk minum obat bersama makanan atau kue. Tidak perlu menghubungi tim medis kecuali sakit kepala menetap selama pengobatan. Tidak seharusnya mengintruksikan klien untuk berhenti minum obat atau menyesuaikan dosis.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, isosorbide mononitrat. Abaikan pilihan A dan B lebih dulu karena bukan lingkup praktik keperawatan untuk klien menghentikan atau mengurangi dosis obat. Dari pilihan yang lain, ingat kembali bahwa sakit kepala dapat hilang dengan pemberian makan selam pengobatan akan membantu mengarahkan anda pada pilihan C.
Review: Isosorbide mononitrat
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Jantung, pembuluh darah, dan sistem limfatik
Daftar pustaka: Hodgson, Kizior (2015), p. 648
2 Tim perawat pencegahan dan penegndalian infeksi  salah satu RS melakukan skrinning MRSA di sebuah bangsal penyakit dalam, karena ditemukan salah satu klien denagnImmunokompromis terdiagnosa MRSA. Dari hasil skrinning didapatkan 3 perawat positif dan beberapa peralatan mengandung kolonisasi MRSA. Apakah tindakan yang tepat yang harus dilakukan tim PPI tersebut? A. Mensosialisasikan kembali universal precaution di semua instansi
B. Menganjurkan perawat untuk mandi 3 kali sehari
C. Menganjurkan perawat untuk istrahat di rumah selama sebulan
D. Menutup sementara bangsal penyakit dalam tersebut
E. Melakukan skrinning di seluruh bangsal RS
Jawaban : A
Rasional: Ditemukan terdapat kolonisasi MRSA menunjukkan bahwa individu tersebut berpotensi terjadinya transmisis MRSA ke orang dan benda mati lainnya. Oleh karena itu barang yanf terkontaminasi harus dibersihkan dan individu harus ditangani. Selain itu, hal ini merupakan pihak RS harus kembali mensosialisakan tentang perlindungan seperti mencuci tangan dengan benar dan menggunkan alat pelindung diri ketika berinteraksi dengan klien., karena kita tidak mengetahui klien mana yang berpotensi menularkan MRSA. Perawat dengan kontaminasi MRSA harus mandi dengan klorin 2 kali sehari selam 2 minggu berturut-turut dan mendapat pengobatan dari dokter.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada tindakan untuk pencegahan penyebaran MRSA. Penutupan bangsal dan meliburkan perawat tanpa adanya dekontaminasi tidak akan menghilangkan kolnisasi MRSA. Melakukan skrinning MRSA di seluruh RS akan memberatkan biaya management RS.
Review: Penatalaksanaan keperawatn pada klien dengan MRSA
Kompetensi: Asuhan dan manjemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Implemtasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan kesehatan
Daftar pustaka: Ignatavicius, Workman (2013), p. 417-418
3 Seorang perawat sedang memberikan penjelasan kepada klien untuk persiapan pulang pada klien dengan kanker prostat setelah tindakan prostatectomy. Penjelasan yang diberikan agar klien tidak mengangkat barang dengan bobot lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu. Apakah diagnosa keperawatan yang relevan dengan rencana tersebut? A. Resiko gangguan cairan
B. Gangguan aktivitas dan istirahat
C. Resiko komplikasi pendarahan
D. Resiko gangguan mobilitas fisik
E. Gangguan eliminasi urine
Jawaban :C
Rasional: Untuk mencegah mengangkat beban yang lebih dari 10 kg selama minimal 6 minggu merupakan penjelasan yang tepat bagi klien pasca prostatektomi untuk mencegah komplikasi pendarahan. Pilihan C adalah diagnosis yang relevan dengan rencana tersebut. Pilihan A, B, D, dan E disingkirkan karena tidak ada data dan rencana yang relevan dengan diagnosis tersebut.
Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, diagnosis yang relevan dengan penjelasan pasca prostatektomi.
4 Klien dalam tahap penyembuhan dari cedera kepala baru sadar dan berespon erhadap tindakan keperawatan. Perawat menilai bahwa klien dapat memahami tanda dan gejala mencegah peningkatan TIK jika dalam observasi klien dapat melakukan aktivitas mana? A. Napas dalam dengan hidung
B. Latihan isometrik
C. Batuk dengan kuat
D. Bernapas selama peribahan posisi
E. Latihan berjalan
Jawaban : D
Rasional: Kegiatan-kegiatan dpat meningkatkan tekanan intraabdomen dan intatoraks secara tidak langsung akan meningkatkan TIK. Beberapa aktivitas di antaranya adalah latihan, isometrik, mengejan, batuk, bersin, dan membuang napas dari hidung. Menghenbuskan napas saat merubah posisi akan membuka glotis yang akan mencegah peningkatan tekanan intratoraks.

Strategi Mengerjakan Soal: Fokus pada pokok masalah, aktivitas yang akan meningkatkan tekanan intrakranial. Pikirkan kembali tiap pilihan jawaban dalam kaitannya dengan tekanan pada tubuh yang akan membantu anda mengabaikan tiap jawaban salah.
Review: Peningkatan TIK
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan:Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Saraf dan perilaku
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 508-509
5 Seorang klien dibawa ke unit gawat darurat oleh tim ambulan setelah mengalami pingsan dirumahnya. Resusitasi jantung paru telah dilakukan namun tidak berhasil. Istri klien mengatakan kepada perawat bahwa klien adalah seorang pendonor organ tubuh dan mata korban sudah didonasikan. Manakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya? A.Letakkan verban kering yang steril pada kedua mata almarhum
B.Hubungi Yayasan Donor Nasional untuk memastikan bahwa klien adalah pendonor.
C.Tutup kedua mata klien., tinggikan kepala tempat tidur, dan letakkan kantung es kecil
D.Minta istri klien untuk mendapatkan dokumen legal mengenai donasi organ dari pengacara
E.Lakukan persiapan pembedahan untuk penagmbilan kornea mata
Jawaban :C
Rasional: saat seorang pendonor kornea meninggal dunia, tetes mata antibiotik dapat diresepkan dan diteteskan. Kedua mata ditutup dan letakkan kantung es kecil pada kedua mata tersebut. Kepala tempat tidur dinaikkan sampai 30 derajat untuk mencegah udem. Dalam 2 sampai 4 jam, bola mata dikeluarkan. Kornea bisa ditransplasi dalam 24 sampai 48 jam. Pilihan jawaban A salah karena verban tidak dipasang. Bebrpa protokol donor organ menggunakan balutan yang dibasahi cairan fisiologis. Pilihan jawaban B bukan tindakan yang harus segera dilakukan. Dan seharusnya klien juga menandatangani kartu donor., atau menvcamtumkan keinginannya semasa masih hidup dalam SIM (surat izin mengemudi) milik pendonor. Dokumen legal tambahan harus dilengkapi. Prosedur-prosedur resmi mengenai perawatan donor.
6 Seorang perawat sedang merawat klien stroke dengan hemiparese dextra yang masuk fase rehabilitasi. Saat ini perwat sedang mengajarkan klien agar dapat makan dengan tangan kirinya dan berjalan dengan menggunkan tripot. Apakah teori utama yang mendasari tindakan perawat dalam asuhan keperawatan tersebut? A. Caring
B. Adaptasi,
C. Self care
D. Kebutuhan
E. Perwatan holistik
Jawaban :C
Rasional: Membntu klien yang mengalami kelumpuhan antara lain makan dengan menggunakan tangan yang sehat dan membantu klien berjalan dengan menggunakan tripot adalah upaya yang dilakukan perawat agar klien dapat mandiri dengan keterbatasan yang ada pada dirinya. Perawat berupaya memandirikan klien sehingga dia dapat melaksanakan aktivitas tanpa bantuan setelah pulang dari rumah sakit.

Strategi Mengerjakan Soal: Catat kata-kata penting, ‘utama’. Jawaban A, B, D, dan E adalah benar, tetapi data terkait aktivitas yang dilakukan perawat kurang mendukung unuk mengarah ke suatu teori tertentu. Pilihan jawaban yang paling tepat adalah C karena fokus asuhan keperawatan adalah memandirikan klien sesuai teori self care dari Orem.
7 Seorang perawat membantu rencana pengmbangan perawat klien dengan hiperparatiroid untuk mendapatkan terapi Calcitonin-human (Cibacalcin). Hasil manakah yang paling diharapkan terjadi sebagai manfaat terapi ini? A. Bebas nyeri
B. Klien terbebas dari efek samping
C. Klien mencapai kadar serum kalsium dalam bats normal
D. Klien menyampaikan pemahaman yang baik tentang terapi
E. Penurunan kadar potasium
Jawaban : C
Rasional: Hiperkalsemia dapat terjadi pada pada klien dengan hiperparatiroid, dan kalsitonin digunakan untuk menurunkan kadar kalsium dalam plasma. Tujuan utama terapi ini adalah untuk menurunkan kadar serum kalsium. Pilihan A tidak berhubungan terapi ini. Meskipun pilihan B dan D adalah juga tujuan terapi ini, namun bukan lah prioritas dari penatalaksanaan terapi.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata kuci “paling diharapkan.” Fokus pada subjek klien dengan hiperparatiroid yang mendapatkan terapi Calcitonin-human (Cibacalcin). Juga perhatikan antara nama obat dengan kalsium dalam pilihan jawaban benar.
Review: Calcitonin-human (Cibacacin)
Kompetensi: Pengembangan profesional
Domain: Pengetahuan Kognitif
Keilmuan: KMB
Proses Keperawatan: Evaluasi
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
Daftar pustaka: Dewit, Kumagai (2013), p. 825; Hodgson,
8 Seorang klien yang dirawat dengan diabetes mellitus tipe I mendapat NPH dan regular insulin 2 jam yang lalu pada pukul 7.30. klien memanggil perawat dan melaporkan bahwa ia merasa lapar, gemetar dan lemas. Klien makan pagi pada pukul 08.00 dan akan makan siang. Perawat harus membuat daftar urutan prioritas tindakan. Susunlah urutan tindakan yang harus dilakukan. Semua pilihan harus dimasukkan.
i. Periksa tanda- tanda vital klien
ii. Tes ulang kadar glukosa darah klien
iii. Periksa kadar glukosa darah klien
iv. Berikan klien setengah cangkir jus buah untuk diminum
v. Berikan klien camilan kecil yang mengandung karbohidrat dan protein
vi. Dokumentasikan keluhan klien, tindakan yang diambil dan hasilnya
Pilihan jawaban:
A. iii, iv, i, ii, v, vi
B. ii, i, iv, iii, v, vi
C. v, ii, i, iv, iii, vi
D. v, iv, iii, ii, i, vi
E. iv, iii, ii, i, v, vi
Jawaban :A
Rasional: Klien mengalami gejala hipoglikemi ringan. Jika terdapat gejala lapar, iritabel, gemetar atau lemas, perawat pertama kali harus mengecek kadar gula darah untuk memastikan bahwa klien mengalami hipoglikemia. Setelah dipastikan, perawat akan memberikan 10-15 gr karbohidrat dan kemudian mengecek kembali kadar gula darah dalam waktu 15 menit. Sementara itu, perawat akan mengukur tanda-tanda vital. Perawat akan memberikan makanan lain yang mengandung 10-15 gr karbohidrat jika gejala klien belum hilang. Atau sebaliknya perawat akan memberikan makanan ringan mengandung karbohidrat dan protein jika jadwal makan selanjutnya lebih dari 1 jam dari waktu kejadian. Setelah dilakukan tindakan dan perbaikan, status hipoglikemi, perawat akan mendokumentasikan kejadian, tindakan dan hasil.

Strategi Mengerjakan Soal: Catat kata penting, ‘prioritas’. Fokus pada pokok masalah, hipoglikemia. Catat bahwa klien yang dirawat dirumah sakit akan membantu anda menentukan bahwa tindakan anda pertama adalh mengecek kadar gula darah. Setelah hal itu selesai dilakukan, yang diperlukan selanjutnya adalah mengatasi hipoglikemia. Ingat kembali bahwa tujuan tidak dapat ditentukan sampai perawatan yang dilakukan akan membantu anda menseleksi dokumentasi tindakan sebagai tindakan terakhir. Berdasarkan 3 pilihan terakhir lainnya, pilih tindakan mengukur tanda-tanda vital sebagai tindakan ketiga. Perwat tidak akan memberikan klien makanan mengandung karbohidrat dan protein dengan segera setelah memberikan klien 10-15 gr kandungan karbohidrat atau sebelum mengecek ulang kadar gula darah

Baca Juga :
Contoh Soal UJi Kompetensi Keperawatan Medikal Bedan dan Kunci Jawaban Edisi 16
Contoh Soal UJi Kompetensi Keperawatan Medikal Bedan dan Kunci Jawaban Edisi 15
Contoh Soal UJi Kompetensi Keperawatan Medikal Bedan dan Kunci Jawaban Edisi 14
Contoh Soal UJi Kompetensi Keperawatan Medikal Bedan dan Kunci Jawaban Edisi 13
Contoh Soal UJi Kompetensi Keperawatan Medikal Bedan dan Kunci Jawaban Edisi 12

Sumber : Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan ini berasal dari beberapa sumber yang kami rangkum kedalam website ini, adapun sumber refrensi saya yaitu :
  • https://kumpulanukom.blogspot.com
  • https://perawatkitasatu.blogspot.com
  • KBS UKOM Keperawatan Indonesia 2018

Demikianlah conoth soal uji kompetensi keperawatan ini, semoga bermanfaat bag teman-teman semua, dan selamat belajar menghadapi UKOM.