Showing posts with label Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat. Show all posts
Showing posts with label Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat. Show all posts

20.8.18

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat dan Jawaban

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat Beserta Kunci Jawaban Edisi 10


Dibawah ini merupakan contoh soal uji kompetensi gawat darurat dan jawaban lengkap

hello nurse, remember this! mens sana in corpore sano

Hai dan halo semua teman-teman sahat ukomperawat, kali ini kita lanjut materi soal yaa, yook kita langsung saja memabahas contoh soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat dibawah ini 


1. Seorang perempuan berusia 41 tahun mengalami keluhan sesak napas saat beraktivitas sejak ± 1 minggu SMRS, batuk, mual muntah dan mengaku setiap tidur harus menggunakan 2 bantal agar tidak sesak. Sesak napas memberat sejak 1 hari SMRS. Pada 07/03/2015 pasien dibawa keluarga ke RS dan dirawat di ruang jantung. Pada 09/03/2015 jam 07.15, pasien apneu kemudian dilakukan RJPO selama ± 15 menit. dan dipindah ke ICCU. Pada 2 hari di ICCU tiba-tiba pasien mengalami henti nadi dan dilaksanakan defibrilasi. Perawat menghidupkan defibrilasi, kemudian pilih energi yang diperlukan dan pilih paddles melalui tombol lead select
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya ?

a. Letakkan paddle pada apeks dan sternum
b. Lihat kembali irama pada monitor
c. Tekan tombol charge
d. Oleskan jelly pada paddle
e. Segera mengatakan DC shock siap, I clear, you clear

Jawaban c. Tekan tombol charge


2. Seorang perempuan, berumur 30 tahun, datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas sejak tadi malam. Tekanan Darah: 130/80 mmHg, Nadi: 110 x/menit, pernafasan: 28x/menit, suhu: 36 derajat celsius, terdapat suara wheezing. Gejala ini muncul karena udara yang sangat dingin.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?

a. Intoleransi aktivitas
b. Defisit volume cairan
c. Gangguan pola nafas
d. Jalan nafas tidak efektif
e. Gangguan rasa nyaman

Jawaban c. Gangguan pola nafas
Pembahasan :
Perhatikan, kata kunci pada soal di atas adalah seak napas sejak tadi malam, terdapat wheezing. Pada dasarnya 2(dua) opsi jawaban mendekati yaitu pilihan C dan D. Namun D bisa kita eliminir dengan data2 pendukung yang kurang kuat, jalan napas tidak efektif biasanya di saluran pernafasan nya terdapat akumulasi sekret, darah, atau benda asing yang sehingga mengganggu proses ekspirasi maupun inspirasi. Sementara opsi C terdapatnya wheezing menunjukkan ada spasme atau penyempitan bronkus mengakibat adanya usaha ekspirasi meningkat akibatnya pola napas pasien tidak efektif. Jadi jawaban yang tepat adalah C.



3. Seorang perempua berusia 25 tahun dirawat di ruang IGD dengan KLL. Hasil pengkajian didapatkan fraktur pelvis, keluar darah dari orificium uretra externa, pasien tampak lemah, terdengar pasien mengerang, GCS 10, akral dingin, Kandung kemih penuh. TD 90/60mmHg, frekuensi nadi 120x/menit, frekuesi napas 26x/menit, suhu 36,4 oC. Hb 8 gr/dl, BB 40 kg.
Apakah tindakan prioritas pada kasus tersebut?

A. Pasang infus 2 jalur
B. Berikan oksige dengan NRM
C. Siapkan Tranfusi Darah
D. Pasang Dower kateter
E. Bebat daerah pelvis

Jawaban A. Pasang infus 2 jalur



4. Seorang laki-laki 19 tahun diantar ke Puskesmas karena kecelakaan lalu lintas, patah tulang terbuka kedua tungkai, darah mengalir deras. Di puskesmas penderita tenang, tertidur dan mengeluarkan suara mendengkur seperti berkumur-kumur. nadi arteri radialis cepat dan lemah, ujung jari-jari dingin.
Apakah tindakan segera yang harus dilakukan perawat ?

a. Pasang bidai pada kedua tungkai
b. Memberi nafas buatan dari mulut ke mulut
c. Pasang infus line cairan koloid dan vasopressor
d. Membebaskan jalan nafas dan mengatur posisi kepala
e. Hentikan perdarahan pada tungkai untuk menghindari syok

Jawaban d. Membebaskan jalan nafas dan mengatur posisi kepala
Pembahasan :
Perhatikan, kata kunci pada soal di atas adalah di Puskesmas penderita tenang, tertidur dan mengeluarkan suara mendengkur seperti berkumur-kumur.
Langkah pertama dalam kasus kegawat daruratan seperti kasus diatas yaitu membebaskan jalan napas.
Jawaban yang tepat adalah D.



5. Seorang perawat sedang merawat klien yang mengalami kejang di tempat tidur. Tindakan perawat manakah yang merupakan kontraindikasi penatalaksanaan kejang?

A.  Mengendurkan pakaian yang ketat
B.  Mengekang ekstremitas klien
C.  Memindahkan guling dan memindahkan palang pengaman tempat tidur
D.  Memiringkan posisi klien, jika mungkin, memposisikan kepala fleksi kedepan
E.  Memfasilitasi kemungkinan muntah                      

Jawaban B.  Mengekang ekstremitas klien




6. Seorang laki-laki usia 21 tahun di UGD hasil pengkajian suara nafas terdengar gurgling, frekuensi nafas terdapat jejas di daerah leher, GCS 8 dengan terdapat fraktur klavikula, fraktus costa 4, 5, 6, riwayat trauma kepala. Apakah tindakan  yang dapat anda lakukan untuk membuka jalan nafas klien?

a. Cross finger dengan teknik head tild 
b. Siapkan pemasangan ETT  
c. Buka dengan teknik jaw trust
d. Lakukan finger sweep
e. Pasang mayo/OPA 

Jawaban c. Buka dengan teknik jaw trust




7. Seorang perempuan 35 tahun di UGD dengan penurunan kesadaran. tampak gelisah Nila GCS saat di kaji =12 pasien dengan Respirasi 14 x/menit, tensi 120/70 mmHg, nadi 89x/menit dengan respirasi 14 kali permenit. Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut?

a. Berikan muscle relaxan
b. Pasang bed plang
c. Lakukan fiksasi di tangan
d. Minta keluarga untuk mendampingi pasien
e. Jaga pasien agar tidak banyak bergerak

Jawaban b. Pasang bed plang



8. Seorang laki-laki  46 tahun datang ke UGD rumah sakit dengan penurunan kesadaran yang disertai dengan nafas yang terengah-engah dan tidak berespon dengan rangsangan nyeri, menurut keluarga klien sudah menderita diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi > dari 15 kali. Apakah tindakan yang anda lakukan sebagai pengkajian awal?

a. cek nadi carotis pasien  
b. Lakukan BHD dengan rasio 30:2 
c. Aktifkan sistem emergency
d.  Buka jalan nafas pasien
e.  Kaji tingkat kesadaran

Jawaban a. cek nadi carotis pasien  

Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat Beserta Kunci Jawaban


Dibawah ini merupakan contoh soal uji kompetensi gawat darurat dan jawaban lengkap

No Pertanyaan Soal Pilihan Jawaban Kunci Jawaban
1 Seorang perempuan berusia 41 tahun mengalami keluhan sesak napas saat beraktivitas sejak ± 1 minggu SMRS, batuk, mual muntah dan mengaku setiap tidur harus menggunakan 2 bantal agar tidak sesak. Sesak napas memberat sejak 1 hari SMRS. Pada 07/03/2015 pasien dibawa keluarga ke RS dan dirawat di ruang jantung. Pada 09/03/2015 jam 07.15, pasien apneu kemudian dilakukan RJPO selama ± 15 menit. dan dipindah ke ICCU. Pada 2 hari di ICCU tiba-tiba pasien mengalami henti nadi dan dilaksanakan defibrilasi. Perawat menghidupkan defibrilasi, kemudian pilih energi yang diperlukan dan pilih paddles melalui tombol lead select
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya ?
a. Letakkan paddle pada apeks dan sternum
b. Lihat kembali irama pada monitor
c. Tekan tombol charge
d. Oleskan jelly pada paddle
e. Segera mengatakan DC shock siap, I clear, you clear
Jawaban c. Tekan tombol charge
2 Seorang perempuan, berumur 30 tahun, datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas sejak tadi malam. Tekanan Darah: 130/80 mmHg, Nadi: 110 x/menit, pernafasan: 28x/menit, suhu: 360 C, terdapat suara wheezing. Gejala ini muncul karena udara yang sangat dingin.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
a. Intoleransi aktivitas
b. Defisit volume cairan
c. Gangguan pola nafas
d. Jalan nafas tidak efektif
e. Gangguan rasa nyaman
Jawaban c. Gangguan pola nafas
Pembahasan :
Perhatikan, kata kunci pada soal di atas adalah seak napas sejak tadi malam, terdapat wheezing. Pada dasarnya 2(dua) opsi jawaban mendekati yaitu pilihan C dan D. Namun D bisa kita eliminir dengan data2 pendukung yang kurang kuat, jalan napas tidak efektif biasanya di saluran pernafasan nya terdapat akumulasi sekret, darah, atau benda asing yang sehingga mengganggu proses ekspirasi maupun inspirasi. Sementara opsi C terdapatnya wheezing menunjukkan ada spasme atau penyempitan bronkus mengakibat adanya usaha ekspirasi meningkat akibatnya pola napas pasien tidak efektif. Jadi jawaban yang tepat adalah C.
3 Seorang perempua berusia 25 tahun dirawat di ruang IGD dengan KLL. Hasil pengkajian didapatkan fraktur pelvis, keluar darah dari orificium uretra externa, pasien tampak lemah, terdengar pasien mengerang, GCS 10, akral dingin, Kandung kemih penuh. TD 90/60mmHg, frekuensi nadi 120x/menit, frekuesi napas 26x/menit, suhu 36,4oC. Hb 8gr/dl, BB 40 kg.
Apakah tindakan prioritas pada kasus tersebut?
A. Pasang infus 2 jalur
B. Berikan oksige dengan NRM
C. Siapkan Tranfusi Darah
D. Pasang Dower kateter
E. Bebat daerah pelvis
Jawaban A. Pasang infus 2 jalur
4 Seorang laki-laki 19 tahun diantar ke Puskesmas karena kecelakaan lalu lintas, patah tulang terbuka kedua tungkai, darah mengalir deras. Di puskesmas penderita tenang, tertidur dan mengeluarkan suara mendengkur seperti berkumur-kumur. nadi arteri radialis cepat dan lemah, ujung jari-jari dingin.
Apakah tindakan segera yang harus dilakukan perawat ?
a. Pasang bidai pada kedua tungkai
b. Memberi nafas buatan dari mulut ke mulut
c. Pasang infus line cairan koloid dan vasopressor
d. Membebaskan jalan nafas dan mengatur posisi kepala
e. Hentikan perdarahan pada tungkai untuk menghindari syok
Pembahasan :
Perhatikan, kata kunci pada soal di atas adalah di Puskesmas penderita tenang, tertidur dan mengeluarkan suara mendengkur seperti berkumur-kumur.
Langkah pertama dalam kasus kegawat daruratan seperti kasus diatas yaitu membebaskan jalan napas.
Jawaban yang tepat adalah D.
5 Seorang perawat sedang merawat klien yang mengalami kejang di tempat tidur. Tindakan perawat manakah yang merupakan kontraindikasi penatalaksanaan kejang? A.  Mengendurkan pakaian yang ketat
B.  Mengekang ekstremitas klien
C.  Memindahkan guling dan memindahkan palang pengaman tempat tidur
D.  Memiringkan posisi klien, jika mungkin, memposisikan kepala fleksi kedepan
E.  Memfasilitasi kemungkinan muntah
Jawaban B.  Mengekang ekstremitas klien
6 Seorang laki-laki usia 21 tahun di UGD hasil pengkajian suara nafas terdengar gurgling, frekuensi nafas terdapat jejas di daerah leher, GCS 8 dengan terdapat fraktur klavikula, fraktus costa 4, 5, 6, riwayat trauma kepala. Apakah tindakan  yang dapat anda lakukan untuk membuka jalan nafas klien? a. Cross finger dengan teknik head tild  
b. Siapkan pemasangan ETT   
c. Buka dengan teknik jaw trust
d. Lakukan finger sweep
e. Pasang mayo/OPA
Jawaban c. Buka dengan teknik jaw trust
7 Seorang perempuan 35 tahun di UGD dengan penurunan kesadaran. tampak gelisah Nila GCS saat di kaji =12 pasien dengan Respirasi 14 x/menit, tensi 120/70 mmHg, nadi 89x/menit dengan respirasi 14 kali permenit. Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut? a. Berikan muscle relaxan
b. Pasang bed plang
c. Lakukan fiksasi di tangan
d. Minta keluarga untuk mendampingi pasien
e. Jaga pasien agar tidak banyak bergerak
Jawaban b. Pasang bed plang
8 Seorang laki-laki  46 tahun datang ke UGD rumah sakit dengan penurunan kesadaran yang disertai dengan nafas yang terengah-engah dan tidak berespon dengan rangsangan nyeri, menurut keluarga klien sudah menderita diare sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi > dari 15 kali. Apakah tindakan yang anda lakukan sebagai pengkajian awal? a. cek nadi carotis pasien  
b. Lakukan BHD dengan rasio 30:2 
c. Aktifkan sistem emergency
d. Buka jalan nafas pasien
e. Kaji tingkat kesadaran
a. cek nadi carotis pasien  

Baca Juga : 
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 9
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 8
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 4
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 3
Contoh Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 2

Sumber : contoh soal soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat disertai jawaban ini berasal dari beberapa refrensi sumber yang saya rangkum kedalam blog ini, aapun sumber refrensi yang saya maksud yaitu :

Demikianlah Contoh soal UKOM Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 10 ini, apabila ada pertanyaan ataupun koreksi jawaban silahkan hubungi admin ataupun memberikan komentarnya langsung dikolom komentar, terimakasih.

 

Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat

Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 9


Berikut ini saya berikan kisi contoh soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat disertai kunci jawaban

Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat pdf, doc, Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat 2017, Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat 2018, Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat 2019, Soal Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat 2020, saol ukom gadar, soal ujikomp perawat gadar, gawat darurat perawat
i have a dream
Hai hai hai hai...

kali ini kita lanjut soal yaa, mumpung lagi semangat memberikan contoh soal nih, yuk langsung saja kita belar soal-soal berikut ini

1. Pasien perempuan usia 50 tahun dirawat di ICU. Pasien mengalami penurunan kesadaran gagal nafas. Hasil pemeriksaan fisik terlihat retraksi dada.saturasi oksigen 90%. Respirasi 34x/ mnit. TD 100/60 mmhg. Nadi 110x/menit. Apa rencana kolaboratif yang tepat pada ksus tersebut?

A. Pasang oksigen dengan sungkup
B. Pasang endotraceal tube
C. Pasang elektrokardiografi
D. Pasang orofaringeal tube
E. Pasang bed site monitor.

Jawaban : B. Pasang endotraceal tube
Pembahasan :
Pada kasus di atas klien mengalami gagal nafas. Tampak retraksi dada. Saturasi oksigen 90%. Respirasi 34x/ mnt.  Oleh karena itu tindakan kolaboratif yang tepat yaitu pemasangn endotraceal tube.



2. Perawat komunitas bekerja untuk bencana gempa. Tujuan perawat untuk komunitas adalah mencegah kecelakaan dan kematian lebih banyak dari kejadian yang tidak diduga. Mencari rumah yang aman untuk korban bencana, memberikan dukungan pada keluarga, mengorganisasikan konseling, dan memberikan perawatn fisik saat dibutuhkan adalah beberapa contoh untuk level pencegahan yang mana?

A. Pencegahan level satu
B. Pencegahan level dua
C. Pencegahan level tiga
D. Pencegahan level empat
E. Pencegahan level lima

Jawaban : C. Pencegahan level tiga
Rasional: Penecgahan level tiga termasuk pengurangan jumlah dan derajat disabilitas, perlukaan dan kerusakan setelah krisis. Pencegahan level satu berarti mencegah krisis terjadi, dan pecegahan level dua berfokus padapengurangan intensitas dan durasi krisis. Tidak ada yang disebut pencegahan level empat dan lima.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan informasi pada soal. Fokus pada subjel, menemukan perumahan, memberikan dukungan, mengirganisasi, dan mengamankan perawatan fisik. Selanjutnya gunakan pengetahuan anda terkait level pencegahanuntuk menjawab soal. Ingat kembali definisi dari pencegahan level tiga akan mengarahkan anda pada jawaban yang tepat.
Review: Level pencegahan
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
Daftar pustaka: Nies, McEwen (2011), p. 557



3. Seorang laki-laki usia 17 tahun mengalami kecelakaan dan polisi menghubungi 118 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Berdasarkan kesaksian pada saat kecelakaan kepala klien terbentur aspal dan sempat tidak sadarkan diri selama kurang lebih 15 menit, dan tidak ada satupun saksi yang berani menolong klien karena menunggu petugas kesehatan datang demi keselamatan klien. Setelah petugas Triage RSSA malang datang dilakukan savety klien dengan menginstruksikan klien agar tidak bergerak atau tidak menggerakkan kepala dan badan, GCS 456, T : 100/70 mmHg, N : 50 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C.
Apakah langkah selanjutnya harus dilakukan oleh petugas triage tersebut ?

a. Lakukan rapid assesment
b. Pelihara jalan nafas denga jaw trush dan berikan higt flow oksigen
c. Lakukan jaw trush dan cek AVPU
d. Pindah klien ke spinal board
e. Pasang neck collar denagn jaw trush tetap dilakukan

Jawaban c. Lakukan jaw trush dan cek AVPU



4. Seorang laki-laki usia 54 tahun BB : 70 kg mengalami kecelakaan di Jalan Pantura Tuban dan polisi menghubungi 118 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah petugas Triage RS Koesma Tuban didapatkan klien mengalami perdarahan hebat pada daerah 1/3 femur distal, petugas dengan cepat menghentikan perdarahan dengan balut tekan pada daerah tersebut, GCS klien 336, T : 100/90 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C, dan segera klien diangkut ke ambulan untuk di bawa ke IGD RS. Apakah yang harus segera dilaksanakan petugas di dalam mobil ambulance ?

a. Segera pasang oksigenasi
b. Resusitasi cairan dengan cepat kurang lebih 10 – 20 menit
c. Observasi GCS klien
d. Mengontrol perdarahan
e. Lakukan pemberian tranfusi darah

jawaban a. Segera pasang oksigenasi



5. Seorang laki-laki usia 54 tahun BB : 70 kg mengalami kecelakaan di Jalan Pantura Tuban dan polisi menghubungi 118 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah petugas Triage RS Koesma Tuban didapatkan klien mengalami perdarahan hebat pada daerah 1/3 femur distal, petugas dengan cepat menghentikan perdarahan dengan balut tekan pada daerah tersebut, GCS klien 336, T : 100/90 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C, segera klien dilakukan prosedur pemasangan infus 10 – 20 menit. Berapa ml infus yang diberikan oleh klien tersebut (infus RL) ?

a. 1400 – 2800 ml dalam 10 – 20 menit
b. 700 – 1400 ml dalam 20 – 30 menit
c. 1400 – 2800 ml dalam 30 – 1 jam
d. 700 – 2100 ml dalam 10 – 30 menit
e. 2800 – 3500 ml dalam 20 – 30 menit

Jawaban a. 1400 – 2800 ml dalam 10 – 20 menit



6. Seorang perempuan usia 40 tahun mempunyai mengalami nyeri dada dan diantar keluarganya ke UGD RS, saat pengkajian didapatkan klien memegangi dada sebelah kiri, grimace +, skala nyeri 4 – 6, RR : 20 x/mnt, Nadi : 100 x/mn, TD : 130 / 80 mmHg, Tidak didapatkan tanda sesak nafas. Nyeri dada yang dirasakan menjalar ke punggung dan lengan. EKG : iskemik posterior.
Apakah tindakan yang harus dilaksanakan oleh perawat UGD ?

a. Observasi tingkat dan skala nyeri
b. Melaksanakan EKG 12 lead
c. Kolaborasi pemberian analgesik (nitrat atau narkotik)
d. Latih distraksi relaksasi
e. Anjurkan nafas panjang dan dalam

jawaban c. Kolaborasi pemberian analgesik (nitrat atau narkotik)



7. Seorang laki-laki berusia 45 tahun, dibawa oleh keluarganya ke UGD RS terdekat dari rumahnya karena pingsan, Karena mempunyai riwayat CHF maka pasien segera di bawa ke ICCU untuk segera mendapatkan pertolongan. Pada saat dilakukan pengkajian didapatkan pasien mengalami penurunan kesadaran, GCS 211, TD : 90/70 mmHg, Nadi : 40 x/mnt lemah dan segera dipasang monitor EKG. Setelah beberapa jam monitor tersebut menggambarkan Ventrikel Fibrilasi, tanpa nadi
Apakah tindakan yang harus dilaksanakan oleh perawat ?

a. Cek Circulasi, Airway dan Breathing
b. Kolaborasi pemberian pengobatan kardiovaskuler
c. Monitor TTV tiap 10 menit
d. Monitor EKG serial
e. Melakukan DC shock

Jawaban e. Melakukan DC shock



8. Seorang perempuan berusia 41 tahun mengalami keluhan sesak napas saat beraktivitas. Pada saat pengkajian didapatkan : Sesak, suara napas krekels pada lapang paru lateral sinistra, menggunakan alat bantu nafas simple mask dengan O2 flow 10 lpm. Hasil pemeriksaan BGA tanggal 09/03/2015:Ph 7,27, pCO2 45mmHg, PaO2 127 mmHg, HCO3¯ 20,7 mmol/L dan Be - 6,2 mmol/L, Irama jantung reguler, CRT 3 detik, akral hangat kering, CVP 26 mmH2O. Pasien terpasang TPM, setting HR: 80, sensitivity: .Apakah hasil interpretasi BGA pada kasus di atas ?

a. Asidosis respiratorik kompensasi
b. Asidosis metabolik kompensasi
c. Asidosis metabolik
d. Asidosis respiratorik
e. Alkalosis respiratorik kompensasi

Jawaban c. Asidosis metabolik

Soal Uji Kompetensi (UKOM) Keperawatan Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 9


Berikut ini saya berikan kisi contoh soal uji kompetensi keperawatan gawat darurat disertai kunci jawaban

No Pertanyaan Soal Pilihan Jawaban Kunci Soal
1 Pasien perempuan usia 50 tahun dirawat di ICU. Pasien mengalami penurunan kesadaran gagal nafas. Hasil pemeriksaan fisik terlihat retraksi dada.saturasi oksigen 90%. Respirasi 34x/ mnit. TD 100/60 mmhg. Nadi 110x/menit. Apa rencana kolaboratif yang tepat pada ksus tersebut? A. Pasang oksigen dengan sungkup

B. Pasang endotraceal tube

C. Pasang elektrokardiografi

D. Pasang orofaringeal tube

E. Pasang bed site monitor.
Jawaban : B
Pembahasan :
Pada kasus di atas klien mengalami gagal nafas. Tampak retraksi dada. Saturasi oksigen 90%. Respirasi 34x/ mnt.  Oleh karena itu tindakan kolaboratif yang tepat yaitu pemasangn endotraceal tube.
2 Perawat komunitas bekerja untuk bencana gempa. Tujuan perawat untuk komunitas adalah mencegah kecelakaan dan kematian lebih banyak dari kejadian yang tidak diduga. Mencari rumah yang aman untuk korban bencana, memberikan dukungan pada keluarga, mengorganisasikan konseling, dan memberikan perawatn fisik saat dibutuhkan adalah beberapa contoh untuk level pencegahan yang mana? A. Pencegahan level satu

B. Pencegahan level dua

C. Pencegahan level tiga

D. Pencegahan level empat

E. Pencegahan level lima
Jawaban : C
Rasional: Penecgahan level tiga termasuk pengurangan jumlah dan derajat disabilitas, perlukaan dan kerusakan setelah krisis. Pencegahan level satu berarti mencegah krisis terjadi, dan pecegahan level dua berfokus padapengurangan intensitas dan durasi krisis. Tidak ada yang disebut pencegahan level empat dan lima.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan informasi pada soal. Fokus pada subjel, menemukan perumahan, memberikan dukungan, mengirganisasi, dan mengamankan perawatan fisik. Selanjutnya gunakan pengetahuan anda terkait level pencegahanuntuk menjawab soal. Ingat kembali definisi dari pencegahan level tiga akan mengarahkan anda pada jawaban yang tepat.
Review: Level pencegahan
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan kognitif
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
Daftar pustaka: Nies, McEwen (2011), p. 557
3 Seorang laki-laki usia 17 tahun mengalami kecelakaan dan polisi menghubungi 118 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Berdasarkan kesaksian pada saat kecelakaan kepala klien terbentur aspal dan sempat tidak sadarkan diri selama kurang lebih 15 menit, dan tidak ada satupun saksi yang berani menolong klien karena menunggu petugas kesehatan datang demi keselamatan klien. Setelah petugas Triage RSSA malang datang dilakukan savety klien dengan menginstruksikan klien agar tidak bergerak atau tidak menggerakkan kepala dan badan, GCS 456, T : 100/70 mmHg, N : 50 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C.
Apakah langkah selanjutnya harus dilakukan oleh petugas triage tersebut ?
a. Lakukan rapid assesment

b. Pelihara jalan nafas denga jaw trush dan berikan higt flow oksigen

c. Lakukan jaw trush dan cek AVPU

d. Pindah klien ke spinal board

e. Pasang neck collar denagn jaw trush tetap dilakukan
Jawaban c. Lakukan jaw trush dan cek AVPU
4 Seorang laki-laki usia 54 tahun BB : 70 kg mengalami kecelakaan di Jalan Pantura Tuban dan polisi menghubungi 118 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah petugas Triage RS Koesma Tuban didapatkan klien mengalami perdarahan hebat pada daerah 1/3 femur distal, petugas dengan cepat menghentikan perdarahan dengan balut tekan pada daerah tersebut, GCS klien 336, T : 100/90 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C, dan segera klien diangkut ke ambulan untuk di bawa ke IGD RS. Apakah yang harus segera dilaksanakan petugas di dalam mobil ambulance ? a. Segera pasang oksigenasi

b. Resusitasi cairan dengan cepat kurang lebih 10 – 20 menit

c. Observasi GCS klien

d. Mengontrol perdarahan

e. Lakukan pemberian tranfusi darah
jawaban a. Segera pasang oksigenasi
5 Seorang laki-laki usia 54 tahun BB : 70 kg mengalami kecelakaan di Jalan Pantura Tuban dan polisi menghubungi 118 terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah petugas Triage RS Koesma Tuban didapatkan klien mengalami perdarahan hebat pada daerah 1/3 femur distal, petugas dengan cepat menghentikan perdarahan dengan balut tekan pada daerah tersebut, GCS klien 336, T : 100/90 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 20 X/mnt, suhu 37°C, segera klien dilakukan prosedur pemasangan infus 10 – 20 menit. Berapa ml infus yang diberikan oleh klien tersebut (infus RL) ? a. 1400 – 2800 ml dalam 10 – 20 menit

b. 700 – 1400 ml dalam 20 – 30 menit

c. 1400 – 2800 ml dalam 30 – 1 jam

d. 700 – 2100 ml dalam 10 – 30 menit

e. 2800 – 3500 ml dalam 20 – 30 menit
Jawaban a. 1400 – 2800 ml dalam 10 – 20 menit
6 Seorang perempuan usia 40 tahun mempunyai mengalami nyeri dada dan diantar keluarganya ke UGD RS, saat pengkajian didapatkan klien memegangi dada sebelah kiri, grimace +, skala nyeri 4 – 6, RR : 20 x/mnt, Nadi : 100 x/mn, TD : 130 / 80 mmHg, Tidak didapatkan tanda sesak nafas. Nyeri dada yang dirasakan menjalar ke punggung dan lengan. EKG : iskemik posterior.
Apakah tindakan yang harus dilaksanakan oleh perawat UGD ?
a. Observasi tingkat dan skala nyeri

b. Melaksanakan EKG 12 lead

c. Kolaborasi pemberian analgesik (nitrat atau narkotik)

d. Latih distraksi relaksasi

e. Anjurkan nafas panjang dan dalam
jawaban c. Kolaborasi pemberian analgesik (nitrat atau narkotik)
7 Seorang laki-laki berusia 45 tahun, dibawa oleh keluarganya ke UGD RS terdekat dari rumahnya karena pingsan, Karena mempunyai riwayat CHF maka pasien segera di bawa ke ICCU untuk segera mendapatkan pertolongan. Pada saat dilakukan pengkajian didapatkan pasien mengalami penurunan kesadaran, GCS 211, TD : 90/70 mmHg, Nadi : 40 x/mnt lemah dan segera dipasang monitor EKG. Setelah beberapa jam monitor tersebut menggambarkan Ventrikel Fibrilasi, tanpa nadi
Apakah tindakan yang harus dilaksanakan oleh perawat ?
a. Cek Circulasi, Airway dan Breathing

b. Kolaborasi pemberian pengobatan kardiovaskuler

c. Monitor TTV tiap 10 menit

d. Monitor EKG serial

e. Melakukan DC shock
Jawaban e. Melakukan DC shock
8 Seorang perempuan berusia 41 tahun mengalami keluhan sesak napas saat beraktivitas. Pada saat pengkajian didapatkan : Sesak, suara napas krekels pada lapang paru lateral sinistra, menggunakan alat bantu nafas simple mask dengan O2 flow 10 lpm. Hasil pemeriksaan BGA tanggal 09/03/2015:Ph 7,27, pCO2 45mmHg, PaO2 127 mmHg, HCO3¯ 20,7 mmol/L dan Be - 6,2 mmol/L, Irama jantung reguler, CRT 3 detik, akral hangat kering, CVP 26 mmH2O. Pasien terpasang TPM, setting HR: 80, sensitivity: .Apakah hasil interpretasi BGA pada kasus di atas ? a. Asidosis respiratorik kompensasi

b. Asidosis metabolik kompensasi

c. Asidosis metabolik

d. Asidosis respiratorik

e. Alkalosis respiratorik kompensasi
Jawaban c. Asidosis metabolik

Baca Juga :
Soal UKOM Perawat Gadar dan Kunci Jawaban Edisi 8
Soal UKOM Perawat Gadar dan Kunci Jawaban Edisi 7
Soal UKOM Perawat Gadar dan Kunci Jawaban Edisi 6
Soal UKOM Perawat Gadar dan Kunci Jawaban Edisi 5
Soal UKOM Perawat Gadar dan Kunci Jawaban Edisi 4

Sumber : Contoh Soal Soal ini berasal dari beberapa sumber berikut ini yaitu :
  • KBS UKOM Keperawatan Indonesia 2018
  • https://perawatkitasatu.blogspot.com
  • https://kumpulanukom.blogspot.com

Akhirnya sampai disini dahulu perjumpaan kita, apabila ada pertanyaan ataupun koreksi jawaban silahkan memberikan komentarnya di kolom komentar dibawah, sekian dari saya terimakasih.

19.8.18

Contoh Soal UKOM Gadar dan Jawaban

Contoh Soal UKOM Gadar dan Jawaban  Edisi 8

pray for Lombok, may Allah mercy them

Berikut ini saya menyajikan kisi contoh soal uji kompetensi (UKOM) Gawat Daruraat / Gadar dan Kunci Jawaban


Hai teman teman, kita lanjut soal yook, kali ini saya akan membagikan contoh soal ukom gadar episode ke 8, selamat belajar ya


1. Perawat mengetahui anak berusia 5 tahun tersedak, tetapi saat ini masih sadar dan terjaga. Perawat bergegas untuk melakukan manuver abdominat thrust. Di mana seharusnya perawat menempatkan kedua tangannya?

A. Umbilikus dan paha (Groin)
B. Perut bawah dan dada
C. Umbilikus dan processus Xiphoideus
D. Paha (groin) dan processus Xiphoideus
E. Pusar dan dada

Jawaban C. Umbilikus dan processus Xiphoideus
Penanganan Tersedak Untuk Anak Usia >1 Tahun – Dewasa Yang Masih Sadar
Berikut ini merupakan langkah-langkah melakukan Heimlich manuever:
1. Kepalkan salah satu telapak tangan Anda
2. Letakkan kepalan tangan Anda dengan arah ibu jari menempel ke dinding perut korban, posisikan kepalan tangan Anda 2 jari di atas pusat (pusat selalu sejajar dengan tulang pinggul atas), Anda tidak  memposisikan kepalan tangan Anda di ulu hati.
3. Kencangkan kepalan tangan Anda dengan tangan satunya sehingga kedua lengan Anda melingkar di perut korban.
4. Lakukan penekanan ke arah belakang dan atas sampai benda asing keluar atau sampai korban menjadi jatuh tidak sadar.

Rasional: Untuk melakukan manuver abdominal thrust, penyelamat berdiri di belakang korban
dan merangkul korban dengan tangan di bawah ketiak korban. Kedua kepalan tangan diletakkan
di atas umbilikus di bawah procesus xhipoideus korban. Processus xhipoideus dan tulang rusuk dijaga untuk mencegah kerusakan organ internal. Kepalan tangan digenggam dengan tangan
yang lain, lalu hentakan dilakukan.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek yaitu area untuk melakukan manuver abdominal
thrust Sisihkan pilihan B karena tidak jelas. Pilihan A juga disiskan karena posisi anatominya
terlalu ke bawah. Gunakan prinsip yang sama dan bayangkan prosedur untuk memilih di
antaratiga pilihan jawaban yang tersisa.
Review: Manuverabdominal thrust
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pernapsan
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 851



2. Perawat merupakan tim maju pertama setelah gempa yang menghancurkan banyak rumah di komunitas. Korban mana yang harus didatangi perawat pertama kali?

A. Ibu hamil berusia 32 tahun yang mengeluh “Bayiku tidak bergerak”
B. Seorang anak berusia 2 tahun yang berdiri dekatanggota keluarganya yang telah dewasa sambil berteriak “Aku mau ibuku”
C. Anak 4 tahun yang mengeluh “Kakiku berdarah sangat banyak, aku takut kakiku lepas”
D. Lansia berusia 88 tahun yang sedang duduk di samping suaminya sambil terisak “Suamiku
meninggal, suamiku meninggal”
E. Ibu yang sedang menyusui yang sedang berada pada tempat berkumpul

Jawaban : C. Anak 4 tahun yang mengeluh “Kakiku berdarah sangat banyak, aku takut kakiku lepas”
Rasional: Prioritas layanan keperawatan pada situasi bencana perlu diberikan pada yang hidup
dan bukan pada yangtelah meninggal. Seorang anak yang berdarah banyak merupakan prioritas.
Perdarahan bisa terjadi pada pembuluh darah arteri; jika perdarahan tidak dihentikan, anak
tersebut beresiko shok dan menyebabkan kematian. Klien ibu haiml meruapakan prioritas
berikutnya, namun tidak adanya pergerakan bayi bisa jadi atau tidak mengindikasikan kegawatan
janin. Anak usia 2 tahun yang berada bersama anggota keluarganya dan aman saatini. Lansia 88
tahun membutuhkan tindakan penanganan; tidak ada informasi yang mengindikasikan bahwa ia
terluka secara fisik. Ibu yang menyusui suda berada di tempat aman.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kalimat strategis “pertama kali.” Gunakan teori
Hierarki kebutuhan Maslow ketika menjawab soal. Fisik sebelum psikologis dan pergunakan
ABC. Perdarahan adalah prioritas.
Review: Bencana dan triage
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
Daftar pustaka: Ignatavicius, Workman (2013), p. 157-158



3. Seorang klien yang dibawa ke UGD mangatakan bahwa dia tidak sengaja telah mengkonsumsi 2 kali dosis warfarini (coumadin) uang telah dibuatkan resep untuknya seminggu kemarin. Setelah mencatat bahwa klien tidak terbukti mengalami perdarahan, maka perawat berencana untuk mengambil tindakan yang mana?

A. Bersiap untuk pemberian antidote
B. Ambil sampel untuk melihat tipe, mencocokan lalu melakukan tranfusi untuk klien
C. Ambil sampel untuk melihat Level Activated Partian Tromboplastin time (APTT)
D. Ambil sampel untuk melihat Prothrombin Time (PT) dan international noemalized ratio
(INR)

Jawaban : D. Ambil sampel untuk melihat Prothrombin Time (PT) dan international noemalized ratio
(INR).

Rasional: Tindakan selanjutnya adalah mengambil sampel untuk mengetahui level PT dan INR
untuk menentukan status antikoagulasi klien dan resiko perdarahan. Hail pemeriksaan ini akan
memberikan informasi bagaimana penatalaksanaan terbaik untuk klien (misalnya jika
memerlukan antidote seperti vitamin K atau tranfusi darah). PTT memonitor efek terapi heparin.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek “seorang yang kelebihan dosis warfarin.”
Sisihkan pilihan dengan aPTT dulu karena itu tidak l berhubungan dengan terapi warfarin, tetpi
berhubungan dengan terapi heparin. Selanjutnya pilihan yang mengindikasikan pemberian
antidote dan melakukan tranfusi untuk klien karena terapi ini tidak akan digunakan kecuali level
PT dan INR telah diketahui.
Review: Perawatn klien yang mendapatkan terapi warfarin (Coumadin)
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
Daftar pustaka: Kee, Hayes, McCuistion (2012), p. 674, 676-677



4. Seorang klien dengan kehilangan darah berat akibat cedera multipel membutuhkan tranfusi cepat beberapa unit darah. Perangkat apa yang diminta oleh perawat kepada anggota tim kesehatan lainnya yang akan digunakan selama prosedur tranfusi untuk menurunkan resiko disritmia jantung?

A. Infusion pump
B. Pulse oximeter
C. Monitor jantung
D. Alat penghangat darah
E. Defibrilator

Jawaban : D. Alat penghangat darah
Rasional: Jika ada beberapa unit darah akan diberikan maka penghangat darah harus digunakan.
Tranfusi cepat darah dengan temperatur yang masih dingin meningkatkan resiko klien
mengalami distritmia jantung. Untuk mencegah hal ini perawat, perawat menghangatkan darah
dengan alat penghangat darah. Pulse oxi oximetry dan peralatan untuk memonitor jantung
bermanfaat untk pengkajian awal kemungkinan komplikasi, tetapi tidak mengurangi kejadian
distritmia jantung. Alat infus elektronik juga tidak bermanfaat dalam kasus ini karena infus yang
diberikan harus cepat, dan alat infus tersebut umumnya digunkan untuk mengontrol laju aliran
infus. Sebagai tambahan, tidak semua alat infus bisa digunakan untuk darah dan produk darah.
Strategi Mengerjakan Soal: Catat kata cepat dan mengurangi resiko. Kata-kata ini menunjukan
anda bahwa infus diberikan cepat dan jawaban yang benar adalah yang akan meminimalkan
resiko ditritmia jantung. Pertama, sishkan pulse oximetry dan monitor jantung karena alat ini
seprti atau biasa digunakan untuk mengkaji daripada mengurangi resiko komplikasi. Dar sisa
pilihan yang ada , gunakan pengetahuan untuk menghubungkan komplikasi prosedur tranfusi dan
catat hubungan antara kata beberapa unit darah di pertanyaan dan alat penghangat di pilihan
jawaban.



5. Seorang  perempuan berusia 45 tahun terkena luka bakar kimia di rumah.  Tangan dan sebagian dadanya mengalami luka bakar. Apa tindakan yang pertama kali dilakukan pada klien tersebut?

A. Memindahkan klien ke tempat yang aman
B. Merendam klien ke air Es
C. Menyiram tubuh klien dengan air
D. Membersihkan luka bakar klien d3ngn NACL 0,9%
E. Memberasihkan luka klien dengan antiseptik.

Jawaban: A. Memindahkan klien ketempat yang aman
Pembahasan :
Tindakan pertama kali yang anda lakukan saat melihat ada seseorang terkena  luka bakar. Yaitu memindahkan atau mengevakuasi korban ke tempat yang aman.



6. Anak A ( berusia 5 tahun) dibawa oleh ibunya ke UGD dengan riwayat panas tinggi  dan kejang. Saat datang anak mengalami apnea. Nadi karotis masih teraba. Tindakan yang dilakukan perawat  setelah memakai sarung tangan adalah?

A. Memberi diazepam 10mg
B. Melakukan RJP
C. Memberi bantuan nafas buatan
D. Memberi oksigen nasal kanul
E. Memasang orofaringeal.

Jawaban : C. Memberi bantuan nafas buatan
pembahasan :
Pertolingan pertama  bantuan hidup dasar  apabila klien mengalami henti nafas  adalah dengan 8. memberikan  nafas buatan sampai klian  dapat melakukan nafas spontan.



7. Seorang remaja di bawa ke UGD karena kecelakaan. Terdapat fraktur 1/3 distal tibia kanan dan dilakukan pembidaian sementara. Klien terlihat kesakitan dan hematoma di sekitar area fraktur. Setelah bidai terpasang manakah tindakan utama yang sebaiknya anda lakukan...?

A. Cek pulsasi distal area fraktur
B. Tanyakan kembali perasaan nyerinya
C. Lihat simetrisitas ke dua kaki
D. Observasi tanda kompartemen syndrome

Jawaban A. Cek pulsasi distal area fraktur



8. Seorang klien masuk ruang emergency dengan keluhan nyeri dada berat seperti  tertekan dan menyebar ke bahu serta lengan kiri 2 jam sebelum masuk RS. Manakah hal yang perlu dikaji lebih lanjut...?

A. Penyebaran dan area nyeri
B. Durasi dan pencetus nyeri
C. Skala dan hal mempengaruhi nyeri
D. Kualitas nyeri dan radiasi nyeri

Jawaban A. Penyebaran dan area nyeri

Contoh Soal UKOM Gadar dan Jawaban  Edisi 8 Versi Tabel


Berikut ini saya menyajikan kisi contoh soal uji kompetensi (UKOM) Gawat Daruraat / Gadar dan Kunci Jawaban

No Pertaanyaan Soal Pilihan Jawaban Kunci Jawaban
1 Perawat mengetahui anak berusia 5 tahun tersedak, tetapi saat ini masih sadar dan terjaga. Perawat bergegas untuk melakukan manuver abdominat thrust. Di mana seharusnya perawat menempatkan kedua tangannya? A. Umbilikus dan paha (Groin)
B. Perut bawah dan dada
C. Umbilikus dan processus Xiphoideus
D. Paha (groin) dan processus Xiphoideus
E. Pusar dan dada
Penanganan Tersedak Untuk Anak Usia >1 Tahun – Dewasa Yang Masih Sadar
Berikut ini merupakan langkah-langkah melakukan Heimlich manuever:
1. Kepalkan salah satu telapak tangan Anda
2. Letakkan kepalan tangan Anda dengan arah ibu jari menempel ke dinding perut korban, posisikan kepalan tangan Anda 2 jari di atas pusat (pusat selalu sejajar dengan tulang pinggul atas), Anda tidak  memposisikan kepalan tangan Anda di ulu hati.
3. Kencangkan kepalan tangan Anda dengan tangan satunya sehingga kedua lengan Anda melingkar di perut korban.
4. Lakukan penekanan ke arah belakang dan atas sampai benda asing keluar atau sampai korban menjadi jatuh tidak sadar.

Jawaban : C
Rasional: Untuk melakukan manuver abdominal thrust, penyelamat berdiri di belakang korban
dan merangkul korban dengan tangan di bawah ketiak korban. Kedua kepalan tangan diletakkan
di atas umbilikus di bawah procesus xhipoideus korban. Processus xhipoideus dan tulang rusuk dijaga untuk mencegah kerusakan organ internal. Kepalan tangan digenggam dengan tangan
yang lain, lalu hentakan dilakukan.
Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek yaitu area untuk melakukan manuver abdominal
thrust Sisihkan pilihan B karena tidak jelas. Pilihan A juga disiskan karena posisi anatominya
terlalu ke bawah. Gunakan prinsip yang sama dan bayangkan prosedur untuk memilih di
antaratiga pilihan jawaban yang tersisa.
Review: Manuverabdominal thrust
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pernapsan
Daftar pustaka: Mc Kinney et al (2013), p. 851
2 Perawat merupakan tim maju pertama setelah gempa yang menghancurkan banyak rumah di komunitas. Korban mana yang harus didatangi perawat pertama kali? A. Ibu hamil berusia 32 tahun yang mengeluh “Bayiku tidak bergerak”
B. Seorang anak berusia 2 tahun yang berdiri dekatanggota keluarganya yang telah dewasa sambil berteriak “Aku mau ibuku”
C. Anak 4 tahun yang mengeluh “Kakiku berdarah sangat banyak, aku takut kakiku lepas”
D. Lansia berusia 88 tahun yang sedang duduk di samping suaminya sambil terisak “Suamiku
meninggal, suamiku meninggal”
E. Ibu yang sedang menyusui yang sedang berada pada tempat berkumpul
Jawaban : C
Rasional: Prioritas layanan keperawatan pada situasi bencana perlu diberikan pada yang hidup
dan bukan pada yangtelah meninggal. Seorang anak yang berdarah banyak merupakan prioritas.
Perdarahan bisa terjadi pada pembuluh darah arteri; jika perdarahan tidak dihentikan, anak
tersebut beresiko shok dan menyebabkan kematian. Klien ibu haiml meruapakan prioritas
berikutnya, namun tidak adanya pergerakan bayi bisa jadi atau tidak mengindikasikan kegawatan
janin. Anak usia 2 tahun yang berada bersama anggota keluarganya dan aman saatini. Lansia 88
tahun membutuhkan tindakan penanganan; tidak ada informasi yang mengindikasikan bahwa ia
terluka secara fisik. Ibu yang menyusui suda berada di tempat aman.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kalimat strategis “pertama kali.” Gunakan teori
Hierarki kebutuhan Maslow ketika menjawab soal. Fisik sebelum psikologis dan pergunakan
ABC. Perdarahan adalah prioritas.
Review: Bencana dan triage
Kompetensi: Praktik profesional, etis, legal dan peka budaya
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implementasi
Upaya Kesehatan: Promotif
Kebutuhan Dasar: Aman dan nyaman
Sistem Tubuh: Pelayanan Kesehatan
Daftar pustaka: Ignatavicius, Workman (2013), p. 157-158
3 Seorang klien yang dibawa ke UGD mangatakan bahwa dia tidak sengaja telah mengkonsumsi 2 kali dosis warfarini (coumadin) uang telah dibuatkan resep untuknya seminggu kemarin. Setelah mencatat bahwa klien tidak terbukti mengalami perdarahan, maka perawat berencana untuk mengambil tindakan yang mana? A. Bersiap untuk pemberian antidote
B. Ambil sampel untuk melihat tipe, mencocokan lalu melakukan tranfusi untuk klien
C. Ambil sampel untuk melihat Level Activated Partian Tromboplastin time (APTT)
D. Ambil sampel untuk melihat Prothrombin Time (PT) dan international noemalized ratio
(INR)
Jawaban : D
Rasional: Tindakan selanjutnya adalah mengambil sampel untuk mengetahui level PT dan INR
untuk menentukan status antikoagulasi klien dan resiko perdarahan. Hail pemeriksaan ini akan
memberikan informasi bagaimana penatalaksanaan terbaik untuk klien (misalnya jika
memerlukan antidote seperti vitamin K atau tranfusi darah). PTT memonitor efek terapi heparin.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan subjek “seorang yang kelebihan dosis warfarin.”
Sisihkan pilihan dengan aPTT dulu karena itu tidak l berhubungan dengan terapi warfarin, tetpi
berhubungan dengan terapi heparin. Selanjutnya pilihan yang mengindikasikan pemberian
antidote dan melakukan tranfusi untuk klien karena terapi ini tidak akan digunakan kecuali level
PT dan INR telah diketahui.
Review: Perawatn klien yang mendapatkan terapi warfarin (Coumadin)
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan Prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Pengkajian
Upaya Kesehatan: Kuratif
Kebutuhan Dasar: Cairan dan elektrolit
Sistem Tubuh: Endokrin dan metabolisme
Daftar pustaka: Kee, Hayes, McCuistion (2012), p. 674, 676-677
4 Seorang klien dengan kehilangan darah berat akibat cedera multipel membutuhkan tranfusi cepat beberapa unit darah. Perangkat apa yang diminta oleh perawat kepada anggota tim kesehatan lainnya yang akan digunakan selama prosedur tranfusi untuk menurunkan resiko disritmia jantung? A. Infusion pump
B. Pulse oximeter
C. Monitor jantung
D. Alat penghangat darah
E. Defibrilator
Jawaban : D
Rasional: Jika ada beberapa unit darah akan diberikan maka penghangat darah harus digunakan.
Tranfusi cepat darah dengan temperatur yang masih dingin meningkatkan resiko klien
mengalami distritmia jantung. Untuk mencegah hal ini perawat, perawat menghangatkan darah
dengan alat penghangat darah. Pulse oxi oximetry dan peralatan untuk memonitor jantung
bermanfaat untk pengkajian awal kemungkinan komplikasi, tetapi tidak mengurangi kejadian
distritmia jantung. Alat infus elektronik juga tidak bermanfaat dalam kasus ini karena infus yang
diberikan harus cepat, dan alat infus tersebut umumnya digunkan untuk mengontrol laju aliran
infus. Sebagai tambahan, tidak semua alat infus bisa digunakan untuk darah dan produk darah.
Strategi Mengerjakan Soal: Catat kata cepat dan mengurangi resiko. Kata-kata ini menunjukan
anda bahwa infus diberikan cepat dan jawaban yang benar adalah yang akan meminimalkan
resiko ditritmia jantung. Pertama, sishkan pulse oximetry dan monitor jantung karena alat ini
seprti atau biasa digunakan untuk mengkaji daripada mengurangi resiko komplikasi. Dar sisa
pilihan yang ada , gunakan pengetahuan untuk menghubungkan komplikasi prosedur tranfusi dan
catat hubungan antara kata beberapa unit darah di pertanyaan dan alat penghangat di pilihan jawaban.
5 Seorang  perempuan berusia 45 tahun terkena luka bakar kimia di rumah.  Tangan dan sebagian dadanya mengalami luka bakar. Apa tindakan yang pertama kali dilakukan pada klien tersebut? A. Memindahkan klien ke tempat yang aman
B. Merendam klien ke air Es
C. Menyiram tubuh klien dengan air
D. Membersihkan luka bakar klien d3ngn NACL 0,9%
E. Memberasihkan luka klien dengan antiseptik.
Jawaban: A. Memindahkan klien ketempat yang aman
Pembahasan :
Tindakan pertama kali yang anda lakukan saat melihat ada seseorang terkena  luka bakar. Yaitu memindahkan atau mengevakuasi korban ke tempat yang aman.
6 Anak A ( berusia 5 tahun) dibawa oleh ibunya ke UGD dengan riwayat panas tinggi  dan kejang. Saat datang anak mengalami apnea. Nadi karotis masih teraba. Tindakan yang dilakukan perawat  setelah memakai sarung tangan adalah? A. Memberi diazepam 10mg
B. Melakukan RJP
C. Memberi bantuan nafas buatan
D. Memberi oksigen nasal kanul
E. Memasang orofaringeal.
Jawaban : C. Memberi bantuan nafas buatan
pembahasan :
Pertolingan pertama  bantuan hidup dasar  apabila klien mengalami henti nafas  adalah dengan memberikan  nafas buatan sampai klian  dapat melakukan nafas spontan.
7 Seorang remaja di bawa ke UGD karena kecelakaan. Terdapat fraktur 1/3 distal tibia kanan dan dilakukan pembidaian sementara. Klien terlihat kesakitan dan hematoma di sekitar area fraktur. Setelah bidai terpasang manakah tindakan utama yang sebaiknya anda lakukan...? A. Cek pulsasi distal area fraktur
B. Tanyakan kembali perasaan nyerinya
C. Lihat simetrisitas ke dua kaki
D. Observasi tanda kompartemen syndrome
Jawaban A. Cek pulsasi distal area fraktur
8 Seorang klien masuk ruang emergency dengan keluhan nyeri dada berat seperti  tertekan dan menyebar ke bahu serta lengan kiri 2 jam sebelum masuk RS. Manakah hal yang perlu dikaji lebih lanjut...? A. Penyebaran dan area nyeri
B. Durasi dan pencetus nyeri
C. Skala dan hal mempengaruhi nyeri
D. Kualitas nyeri dan radiasi nyeri
Jawaban A. Penyebaran dan area nyeri

Baca Juga :
Kumpulan Soal Uji Kompetensi Gadar dan Kunci Jawaban Edisi 7
Kumpulan Soal Uji Kompetensi Gadar dan Kunci Jawaban Edisi 6
Kumpulan Soal Uji Kompetensi Gadar dan Kunci Jawaban Edisi 5
Kumpulan Soal Uji Kompetensi Gadar dan Kunci Jawaban Edisi 4
Kumpulan Soal Uji Kompetensi Gadar dan Kunci Jawaban Edisi 3

Sumber : Contoh soal uji kompetensi gawat darurat ini diambil dari beberapa sumber refrensi yang saya rangkum kedalam blog ini, sumber tersebut yaitu :
KBS UKOM Keperawatn Indonesia 2018
https://perawatkitasatu.blogspot.com
https://kumpulanukom.blogspot.com
Demikianlah Soal-Soal Uji Kompetensi Gawat Darurat ini, semoga bermanfaat bagi teman pejuang UKOM semua.


18.8.18

Contoh Soal UKOM Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 7

Contoh Soal Uji Kompetensi (UKOM) Gawat Darurat (GADAR) dan Kunci Jawaban Edisi 7

Dibawah ini adalah kisi contoh soal UKOM Gawat Darurat beserta Kunci Jawabannya

congratulation for you who passed ukom and keep spirit whot unpassed, learn more in this blog
Halo apa kabar semuanya? Semangat pagi....Pagi...Pagi....

Baiklah kali ini saya akan membagian sebuah contoh soal uji kompetensi gawat darurat edisi yang ke 7, semoga masih betah yaa untuk belajar soal-soal uji kompetensi dari saya, yuk langsung saja kita intip dan pelajari contoh soal ukom gadar ini.


1. Seorang laki-laki berusia 44 th di bawa ke IGD dengan paska kecelakaan oleh petugas kepolisian. Hasil pengkajian di peroleh pasien mengalami penurunan kesadaran. data bunyi stridor, terdapat memar di daerah klavikula bagian atas sebelah kanan, lateralisasi ke kanan, pupil unisokor, raccoon eye +, orthorea dan rinorea +, echomosis dibelakang telinga +, reflek muntah +. TD; 100/80 mmHg, frekuensi nadi: 98x/menit, frekuensi napas 26x/menit.
Apakah tindakan untuk membuka jalan napas pada kasus tersebut?

A. Head tilt
B. Chin lift
C. Jaw thrust
D. Head tilt chin lift
E. Pemasangan OPA

Jawaban : C. Jaw thrust
Pakai tehkik jaw trush karena klien mengalami trauma cervikal.. untuk itu kita harus membuka jalan nafasx
Ada yang bilang mengapa tidak pakai OPA ? Karena refleks muntah +



2. Seorang laki-laki usia 37 thn masuk IGD dengan keluhan luka bakar pada dada,dan abdomen bagian depan serta seluruh tangan kanan, bagian genitalia. Berapa persenkah luka bakar yg di alami pasien tersebut berdasarkan "rule of nine"?

A. 9%
B. 18%
C. 21%
D. 28%
E. 36%

Jawaban D. 28%
Dada dan abdomen bagian depan = 9+9 =18
Tangan kanan = 9
Genital 1
Total 28
Opsi D. 28%



3. Di ruang IGD, datang pasien akibat kecelakaan lalu lintas secara bersama-sama. Ny.A: berteriak-teriak, perdarahan di kaki kanannya. Tn B: diam, perdarahan dari kepala, Tn. C: mengeluh nyeri dada sejak 2 jam yang lalu, dan Ny D: mengeluh sesak berat dan terlihat gelisah. Tn. E: fraktur di tangan kanannya. Perawat jaga hanya seorang diri. Pasien yang harus ditolong lebih dahulu adalah …………

a.  Ny. A   
b.  Tn. B
c.  Tn. C
d.  Ny.D
e.  Tn. E

Jawaban b.  Tn. B
Lead in: pasien yg harus ditolong lbh dulu.
DF : yang paling mengancam nyawa
Eliminir : A,C,D,E
Jwban : B
Kenapa kok B. Perdarahan di kepala dan terlihat diam. Diam bisa jd pasien dalam keadaan penurunan kesadaran.



4. Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke IGD akibat kecelakaan lalu lintas, dari pemeriksaan fisik 
pasien pucat, akral dingin dan perdarahan masif pada tungkai bawah kanan yang telah dibalut, pasien 
saat ini mengalami penurunan kesadaran, GCS 9, tekanan darah 80/60 mmhg, nadi 120 x/menit, suhu 
36 0C, frekuensi pernapasan 20 x/menit.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan utama pada kasus tersebut?

Pilihan jawaban
a. rehidrasi cairan
b. monitor perdarahan
c. berikan posisi trendelenberg
d. berikan oksigen nasal kanul
e. pemasangan oropharingeal tube

Jawaban a. rehidrasi cairan
Lead in : tindakan utama pada kasus
Data fokus : pasien pucat, akral dingin, perdarahan, gcs 9, TD 80/60, nadi 120x/mnt
Eliminir : B,C,D,E
Jwban A
Kenapa kok A.
Data fokus menjurus ke tanda2 syok hipovolemik



5. Seorang anak laki – laki usia 18 tahun mengalami kecelakaan saat pulang kuliah, dibawa oleh polisi ke IGD Rumah Sakit dengan keadaan pasien tidak sadar, fratur terbuka daerah femur kiri, pendarahan hebat, diameter luka 3 cm, nadi halus dan cepat, frekuensi nadi 100 x/m
Apa tindakan mandiri perawat untuk mengatasi perdarahan pada pasien ?

a. Kolaborasi pemberian Vit K
b. Melakukan pemasangan infus
c. Kolaborasi untuk tindakan pembedahan
d. Gunakan balut tekan pada daerah perdarahan

Jawaban c. Kolaborasi untuk tindakan pembedahan
balut tekan bertujuan untuk menghentikan pendarahan dan menimalisir terjadinya fraktur lainnya



6. Anak usia 13 tahun, masuk rumah sakit akibat jatuh dari kereta api saat pulang sekolah. Ia diantar ke RS oleh seorang polisi dan kesua teman sekolahnya. Saat ini akan dilakukan tindakan operasi penyelamatan sesegera mungkin. Apakah yang akan anda lakukan untuk meminta persetujuan tindakan (informed consent)?

A. Meminta persetujuan polisi yang mengantar
B. Meminta persetujuan kedua teman sekolahnya
C. Menghubungi segera kedua orang tuanya dan meminta persetujuan
D. Menunda penandatanganan persetujuan, tetapi langsung melakukan tindakan

Jawaban C. Menghubungi segera kedua orang tuanya dan meminta persetujuan
Jawaban :
Leid in : meminta persetujuan tindakan (informed consent)
Df : tindakan operasi sesegera mungkin
Answer: c meminta persetujuan dari orang tua
Rasional :tindakan operasi butuh informed consent



7. Seorang perawat yang sedang berjalan di area bisnis pusat kota melihat seorang pekerja jatuh dari tangga. Perawat bergegas menghampiri korban, yang tidak ada respons. Bagaimana seharusnya perawat membuka jalan napas korban ?

A. Posisi chin lift
B. Head tilt-chin lift
C. Manuver jaw thrust
D. Head tilt-jaw thrust
E. Chin lift-jaw thrust

Jawaban : C. Manuver jaw thrust
Rasional: Apabila ada dugaan terjadi cedera lehaer, maka manuver jaw-thrust dapat digunakan
dalam BLS untuk membuka jalan napas. Head-tilt-chin-lift menyebabkan hiperekstensi leher dan
menimbulkan komplikasi, jika terjadi cedera leher. Tidak ada posisi head tilt-jwa thrust atau chin
lift untuk membuka jalan napas.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda, yaitu prosedur untuk membuka jalan
napas korban. Bayangkan setiap posisi. Sisihkan setiap pilihan. Sisihkan pilihan A, B, D, dan E
karena prinsipnya kepala tidak boleh dimiringkan. Selain itu, pengetahuan yang akurat tentang
BLS akan mengarahkan anda ke pilihan yang benar.
Review: Metode yang tepat untuk membukan jalan napas
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implemetasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: Lewis et al (2011), p. 1767



8. Ny R berusia 37 tahun, tiba-tiba henti jantung sehingga perlu kompresi jantung luar dengan RJP. Tekanan darah yang harus dimiliki pasien setelah di lakukan RJP adalah

A. 100/10 mmHg
B. 100/40 mmHg
C. 100/50 mmHg
D. 100/70 mmHg
E. 100/80 mmHg

Jawaban B. 100/40 mmHg

Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat (GADAR) dan Kunci Jawaban Edisi 7 Versi Tabel


Dibawah ini adalah kisi contoh soal UKOM Gawat Darurat beserta Kunci Jawabannya

No Pertanyaan Soal Pilihan Jawaban Kunci Jawaban
1 Seorang laki-laki berusia 44 th di bawa ke IGD dengan paska kecelakaan oleh petugas kepolisian. Hasil pengkajian di peroleh pasien mengalami penurunan kesadaran. data bunyi stridor, terdapat memar di daerah klavikula bagian atas sebelah kanan, lateralisasi ke kanan, pupil unisokor, raccoon eye +, orthorea dan rinorea +, echomosis dibelakang telinga +, reflek muntah +. TD; 100/80 mmHg, frekuensi nadi: 98x/menit, frekuensi napas 26x/menit.
Apakah tindakan untuk membuka jalan napas pada kasus tersebut?
A. Head tilt
B. Chin lift
C. Jaw thrust
D. Head tilt chin lift
E. Pemasangan OPA
Jawaban : C.
Pakai tehkik jaw trush karena klien mengalami trauma cervikal.. untuk itu kita harus membuka jalan nafasx
Ada yang bilang mengapa tidak pakai OPA ? Karena refleks muntah +
2 Seorang laki-laki usia 37 thn masuk IGD dengan keluhan luka bakar pada dada,dan abdomen bagian depan serta seluruh tangan kanan, bagian genitalia. Berapa persenkah luka bakar yg di alami pasien tersebut berdasarkan "rule of nine"? A. 9%
B. 18%
C. 21%
D. 28%
E. 36%
Dada dan abdomen bagian depan = 9+9 =18
Tangan kanan = 9
Genital 1
Total 28
Opsi D. 28%
3 Di ruang IGD, datang pasien akibat kecelakaan lalu lintas secara bersama-sama. Ny.A: berteriak-teriak, perdarahan di kaki kanannya. Tn B: diam, perdarahan dari kepala, Tn. C: mengeluh nyeri dada sejak 2 jam yang lalu, dan Ny D: mengeluh sesak berat dan terlihat gelisah. Tn. E: fraktur di tangan kanannya. Perawat jaga hanya seorang diri. Pasien yang harus ditolong lebih dahulu adalah ………… a.  Ny. A   
b.  Tn. B
c.  Tn. C
d.  Ny.D
e.  Tn. E
Lead in: pasien yg harus ditolong lbh dulu.
DF : yang paling mengancam nyawa
Eliminir : A,C,D,E
Jwban : B
Kenapa kok B. Perdarahan di kepala dan terlihat diam. Diam bisa jd pasien dalam keadaan penurunan kesadaran.
4 Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke IGD akibat kecelakaan lalu lintas, dari pemeriksaan fisik  pasien pucat, akral dingin dan perdarahan masif pada tungkai bawah kanan yang telah dibalut, pasien  saat ini mengalami penurunan kesadaran, GCS 9, tekanan darah 80/60 mmhg, nadi 120 x/menit, suhu  36 0C, frekuensi pernapasan 20 x/menit.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan utama pada kasus tersebut?
Pilihan jawaban
a. rehidrasi cairan
b. monitor perdarahan
c. berikan posisi trendelenberg
d. berikan oksigen nasal kanul
e. pemasangan oropharingeal tube
Jawaban a. rehidrasi cairan
Lead in : tindakan utama pada kasus
Data fokus : pasien pucat, akral dingin, perdarahan, gcs 9, TD 80/60, nadi 120x/mnt
Eliminir : B,C,D,E
Jwban A
Kenapa kok A.
Data fokus menjurus ke tanda2 syok hipovolemik
5 Seorang anak laki – laki usia 18 tahun mengalami kecelakaan saat pulang kuliah,   dibawa oleh polisi ke IGD Rumah Sakit dengan keadaan pasien tidak sadar, fratur  terbuka daerah femur kiri, pendarahan hebat, diameter luka 3 cm, nadi halus dan  cepat, frekuensi nadi 100 x/m
Apa tindakan mandiri perawat untuk mengatasi perdarahan pada pasien ?
a. Kolaborasi pemberian Vit K
b. Melakukan pemasangan infus
c. Kolaborasi untuk tindakan pembedahan
d. Gunakan balut tekan pada daerah perdarahan
Jawaban D
balut tekan bertujuan untuk menghentikan pendarahan dan menimalisir terjadinya fraktur lainnya
6 Anak usia 13 tahun, masuk rumah sakit akibat jatuh dari kereta api saat pulang sekolah. Ia  diantar ke RS oleh seorang polisi dan kesua teman sekolahnya. Saat ini akan dilakukan  tindakan operasi penyelamatan sesegera mungkin. Apakah yang akan anda lakukan untuk  meminta persetujuan tindakan (informed consent)? A. Meminta persetujuan polisi yang mengantar
B. Meminta persetujuan kedua teman sekolahnya
C. Menghubungi segera kedua orang tuanya dan meminta persetujuan
D. Menunda penandatanganan persetujuan, tetapi langsung melakukan tindakan
Jawaban :
Leid in : meminta persetujuan tindakan (informed consent)
Df : tindakan operasi sesegera mungkin
Answer: c meminta persetujuan dari orang tua
Rasional :tindakan operasi butuh informed consent
7 Seorang perawat yang sedang berjalan di area bisnis pusat kota melihat seorang pekerja jatuh dari tangga. Perawat bergegas menghampiri korban, yang tidak ada respons. Bagaimana
seharusnya perawat membuka jalan napas korban ?
A. Posisi chin lift
B. Head tilt-chin lift
C. Manuver jaw thrust
D. Head tilt-jaw thrust
E. Chin lift-jaw thrust
Jawaban : C
Rasional: Apabila ada dugaan terjadi cedera lehaer, maka manuver jaw-thrust dapat digunakan
dalam BLS untuk membuka jalan napas. Head-tilt-chin-lift menyebabkan hiperekstensi leher dan
menimbulkan komplikasi, jika terjadi cedera leher. Tidak ada posisi head tilt-jwa thrust atau chin
lift untuk membuka jalan napas.

Strategi Mengerjakan Soal: Perhatikan kata penanda, yaitu prosedur untuk membuka jalan
napas korban. Bayangkan setiap posisi. Sisihkan setiap pilihan. Sisihkan pilihan A, B, D, dan E
karena prinsipnya kepala tidak boleh dimiringkan. Selain itu, pengetahuan yang akurat tentang
BLS akan mengarahkan anda ke pilihan yang benar.
Review: Metode yang tepat untuk membukan jalan napas
Kompetensi: Asuhan dan manajemen asuhan keperawatan
Domain: Pengetahuan prosedur
Keilmuan: Gadar
Proses Keperawatan: Implemetasi
Upaya Kesehatan: Preventif
Kebutuhan Dasar: Oksigenasi
Sistem Tubuh: Pernapasan
Daftar pustaka: Lewis et al (2011), p. 1767

8 Ny R berusia 37 tahun, tiba-tiba henti jantung sehingga perlu kompresi jantung luar dengan RJP. Tekanan darah yang harus dimiliki pasien setelah di lakukan RJP adalah A. 100/10 mmHg
B. 100/40 mmHg
C. 100/50 mmHg
D. 100/70 mmHg
E. 100/80 mmHg
Jawaban B. 100/40 mmHg

Baca Juga :
Contoh Soal Uji Kompetensi Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 6
Contoh Soal Uji Kompetensi Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 5
Contoh Soal Uji Kompetensi Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 4
Contoh Soal Uji Kompetensi Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 3
Contoh Soal Uji Kompetensi Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 2

Sumber : Contoh Soal kisi Uji Kompetensi Keperawatan Gawat Darurat ini berasal dari beberapa sumber refrensi yang saya rangkum kedalam blog ini, adapun sumber refrensi yang saya maskdu yaitu dibawah ini :
  • KBS UKOM Keperawatan D3 & Ners Indonesia 2018
  • https://perawatkitasatu.blogspot.com
  • https://kumpulanukom.blogspot.com

Demikianlah Contoh Soal UKOM Gawat Darurat dan Kunci Jawaban Edisi 7 ini, semoga apa yang telah saya sajikan bermanfaat bagi teman-teman semua, dan apabila da pertanyaan silahkan lakukan chat dibagian kolom komentar.